DI ANTARA 494 pelamar yang memadati seleksi guru pengganti yang dibuka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, formasi Guru Kelas SD menjadi yang paling padat peminat.
Sebanyak 128 pelamar tercatat bersaing untuk memperebutkan hanya 20 kursi yang tersedia. Artinya, satu posisi guru harus diperebutkan oleh lebih dari enam orang pelamar.
Hal ini menunjukkan bahwa profesi guru sekolah dasar masih menjadi salah satu pekerjaan yang paling diminati di Kota Bontang. Meski status yang ditawarkan hanya bersifat sementara atau guru pengganti, minat masyarakat tetap tinggi.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan tingginya jumlah pelamar menjadi gambaran bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan di sektor pendidikan masih sangat besar.
“Minatnya tinggi sekali. Tapi tentu ada tahapan dan kualifikasi ketat yang harus dipenuhi,” ujar Abdu Safa, Selasa (2/6/2026).
Bagi para pelamar Guru Kelas SD, persaingan menjadi yang paling sengit dibanding formasi lainnya. Dari 128 orang yang mendaftar, hanya 20 yang nantinya berhak mengajar di sekolah-sekolah yang mengalami kekosongan tenaga pendidik.
Besarnya antusiasme itu tidak lepas dari insentif yang ditawarkan. Guru pengganti akan menerima penghasilan sekitar Rp4 juta per bulan, terdiri atas Rp2 juta insentif guru swasta dan Rp2 juta tambahan dari dana BOSDA.
Nominal tersebut dinilai cukup menarik, terutama bagi lulusan pendidikan guru maupun tenaga pengajar yang saat ini belum memiliki pekerjaan tetap.
Namun, menjadi guru pengganti bukan berarti langsung mendapatkan kontrak jangka panjang. Disdikbud menegaskan penugasan dilakukan untuk mengisi kebutuhan sementara di sekolah.
“Ini sifatnya mengisi kekosongan sementara. Bisa satu bulan, beberapa bulan, atau setahun, tergantung kebutuhan sekolah,” jelas Abdu Safa.
Kini, ratusan pelamar Guru Kelas SD tengah menunggu hasil seleksi administrasi yang dijadwalkan diumumkan pada 4 Juni 2026.
Mereka yang dinyatakan lolos akan melanjutkan perjuangan melalui tes tertulis pada 8 Juni, sebelum menghadapi tahapan paling menentukan, yakni micro teaching pada 10 hingga 11 Juni.
Dalam tahap tersebut, peserta tidak hanya diuji pemahaman materi ajar, tetapi juga kemampuan mengelola kelas, berkomunikasi dengan siswa, hingga menyampaikan pembelajaran secara efektif.
Bagi 128 pelamar Guru Kelas SD, perjalanan menuju ruang kelas masih panjang. Hanya 20 orang yang akan bertahan hingga akhir seleksi dan diumumkan sebagai guru pengganti pada 19 Juni mendatang. [RE/FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















