RUANG perawatan RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) lagi disorot. Sebuah kabar tak sedap berembus dari balik meja operasi jantung. Seorang pasien diduga menjadi korban prosedur medis yang tidak berjalan semestinya.
Beredar kabar bahwa saat tindakan pemasangan ring jantung (stent), terjadi kekeliruan fatal. Ring yang dipasang diduga tidak sesuai ukuran hingga mengenai dua ring lama yang sudah lebih dulu tertanam di jantung pasien.
Namun, yang paling membuat bulu kuduk berdiri adalah dugaan adanya kawat sepanjang dua sentimeter yang terputus. Kawat itu disebut-sebut tertinggal di dalam organ vital sang pasien.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim , Jaya Mualimin, akhirnya angkat bicara mengenai kegaduhan ini. Meski tampak berhati-hati, Jaya memastikan pihaknya tidak tinggal diam atas laporan yang menyangkut nyawa warga tersebut.
“Saya baru dapat undangan. Nanti malam ada pertemuan terkait dugaan malpraktik ini,” ungkap Jaya saat ditemui awak media, Senin (1/6/2026).
Jaya mengaku belum bisa membeberkan detail temuan di lapangan karena proses audit medis baru saja dimulai. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan medis memiliki kompleksitas tersendiri yang tidak bisa langsung divonis sebagai kelalaian.
Ia menjelaskan, ada garis tipis antara malpraktik dengan tindakan darurat yang memang diperlukan dalam kondisi tertentu. Semuanya harus dibuktikan lewat investigasi mendalam.
“Kita belum mengetahui secara pasti itu memang malpraktik atau memang tindakan yang diperlukan,” tuturnya.
Diskes Kaltim berkomitmen untuk memberikan kepastian kepada keluarga pasien dan masyarakat luas. Bagi Jaya, keselamatan pasien adalah harga mati yang tidak bisa ditawar oleh fasilitas kesehatan mana pun di Kaltim.
Jika nanti ditemukan adanya prosedur yang menyimpang, ia menjamin akan ada penyelesaian yang jelas. Ia tidak ingin kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan medis di Benua Etam luntur akibat isu yang menggantung tanpa kejelasan.
“Kalau memang ada kekeliruan terhadap masyarakat, harus ada penyelesaian yang jelas. Tidak boleh terjadi kesalahan dalam pelayanan,” tegas Jaya. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















