TIKUNGAN Soreang di KM 38 Jalan Poros Makassar–Parepare, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), kembali menelan korban jiwa Sabtu malam (18/4/2026). Kali ini, korban merupakan anak seorang kepala dinas di lingkungan Pemkab Pangkep, Djajang Andi Abbas.
Insiden tersebut bukan kejadian tunggal. Warga sekitar menyebut kecelakaan di Tikungan Soreang sudah berulang dalam beberapa tahun terakhir, dengan pola serupa: kendaraan kehilangan kendali di tikungan yang sempit, lalu berujung tabrakan atau terguling.
Namun, di tengah deretan peristiwa itu, penanganan dinilai stagnan. Anggota DPRD Pangkep dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Ramli, secara terbuka melontarkan kritik keras kepada pemerintah daerah dan aparat lalu lintas yang dianggap belum serius membenahi lokasi rawan tersebut.
Menurut Ramli, persoalan di Tikungan Soreang bukan hal baru. DPRD, kata dia, telah berulang kali mengangkat isu ini dalam rapat kerja bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Bahkan, aduan juga pernah disampaikan ke Satlantas Polres Pangkep oleh legislator lain.
“Sejak tahun lalu sudah kami atensi. Korban terus bertambah, tapi tidak ada langkah tegas. Truk masih parkir di badan jalan, aktivitas bengkel dibiarkan,” ujar Ramli, kepada Pranala.co, Sabtu (25/4/2026).
Ia menyoroti keberadaan bengkel dan aktivitas kendaraan di sekitar tikungan yang diduga mempersempit ruang pandang pengendara. Parkir truk di badan jalan, terutama di area menikung, dinilai meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan.
Secara regulasi, kondisi tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Namun hingga kini, penertiban disebut belum berjalan optimal.
Di sisi lain, jalur Makassar–Parepare merupakan salah satu urat nadi transportasi di Sulawesi Selatan. Lalu lintas padat, termasuk kendaraan logistik, membuat potensi kecelakaan semakin tinggi ketika titik rawan tidak ditangani secara sistematis.
DPRD Pangkep mendesak penataan menyeluruh di kawasan tersebut, mulai dari penertiban aktivitas di sekitar jalan hingga penguatan pengawasan lalu lintas. Tanpa langkah konkret, Tikungan Soreang berpotensi terus menambah daftar korban di jalur strategis Makassar–Parepare. [IR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















