KUTAI Kartanegara (Kukar) bersiap menyambut kedatangan ribuan tamu dari berbagai penjuru Kalimantan Timur (Kaltim). Kota Tenggarong resmi menjadi pusat perhatian sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) Tingkat Provinsi Kaltim ke-46 tahun 2026.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim bersama LPTQ Kukar bergerak cepat mematangkan seluruh persiapan. Rapat koordinasi intensif digelar demi memastikan ajang keagamaan terbesar di Bumi Etam ini berjalan sukses tanpa kendala.
Wakil Ketua II LPTQ Kaltim, Dasmiah, mengungkapkan bahwa pesta qari dan qariah ini akan berlangsung pada akhir tahun. Agenda peluncuran logo dan tema dijadwalkan 4 November 2026 di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara.
Puncak acara MTQH Kaltim 2026 ke-46 direncanakan berlangsung 3 hingga 12 Desember 2026 di Tenggarong. Waktu pelaksanaan tersebut menyesuaikan kesiapan anggaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara selaku tuan rumah.
Panitia mengestimasikan sedikitnya 1.150 orang akan memadati ibu kota Kukar tersebut. Angka ini mencakup 600 peserta, 250 official, serta 300 tamu undangan dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.
Menteri Agama RI bersama jajaran Dirjen juga dijadwalkan hadir langsung untuk membuka gelaran akbar ini. Kehadiran tokoh nasional ini dipastikan menambah kemegahan dan semangat kompetisi para peserta di lapangan.
Persaingan tahun ini dipastikan jauh lebih ketat karena adanya penambahan kategori perlombaan. Panitia akan mempertandingkan 9 cabang dan 28 golongan lomba, atau bertambah 4 golongan dibandingkan gelaran tahun lalu.
Ketua LPTQ Kutai Kartanegara, Sunggono, menegaskan kesiapan penuh jajarannya untuk menyambut momentum besar ini. Pihaknya kini fokus meninjau kelayakan lokasi pembukaan serta kesiapan seluruh venue perlombaan.
Kukar tidak hanya ingin sukses secara seremonial, melainkan juga ingin memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Konsep kegiatan sengaja dirancang agar melibatkan warga seluas-luasnya di setiap sudut acara.
Pemkab Kukar berkomitmen memberdayakan pelaku UMKM lokal di setiap lokasi perlombaan. Langkah ini diharapkan mampu memutar roda ekonomi kreatif warga Tenggarong selama sepuluh hari penuh pelaksanaan acara. (*)


















