• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 8, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Pantas Saja Sering Mati Lampu, Pasokan Batu Bara PLTU Ternyata Dikorupsi!

Suriadi Said by Suriadi Said
8 Juli 2026 | 00:17
Reading Time: 2 mins read
0
Pantas Saja Sering Mati Lampu, Pasokan Batu Bara PLTU Ternyata Dikorupsi!

Ilustrasi listrik padam.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

MISTERI di balik seringnya pemadaman listrik massal alias blackout yang merugikan jutaan masyarakat akhirnya mulai terkuak. Korps Pemberantas Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menemukan indikasi kuat bahwa gelapnya rumah-rumah warga bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan dampak nyata dari keserakahan.

Penyidik kini resmi membongkar dugaan korupsi batu bara PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Fokus utama penyelidikan ini mengarah pada kecurangan sistematis dalam penyaluran bahan bakar utama pembangkit listrik nasional tersebut.

PILIHAN REDAKSI

PLTGU Gangguan, Ini Jadwal Pemadaman Listrik Bontang Hari Ini 11 RT di Sangatta Utara Kutim Belum Teraliri Listrik, 915 KK Masih Menanti Air Bersih PLN Bontang Umumkan Pemadaman Listrik Hari Ini, Berikut Wilayah Terdampak Berikut Penyebab Listrik Padam di Tiga Provinsi di Kalimantan

PLTGU Gangguan, Ini Jadwal Pemadaman Listrik Bontang Hari Ini

7 Juli 2026 | 14:06
Kejati Kaltim Geledah Disdikbud Kukar Terkait Insentif Guru Puluhan Miliar, Sita Dokumen hingga 8 Ponsel

Kejati Kaltim Geledah Disdikbud Kukar Terkait Insentif Guru Puluhan Miliar, Sita Dokumen hingga 8 Ponsel

6 Juli 2026 | 23:54

Kabag Ops Kortas Tipikor Polri, Kombes Ahmad Yusuf Afandi, membeberkan bahwa akar masalah dari gangguan pasokan listrik ke masyarakat bermula dari manipulasi kualitas dan kuantitas batu bara.

“Terkait hal itu, terdapat manipulasi kualitas dan kuantitas terhadap batu bara itu sendiri, serta manipulasi pembayaran,” ujar Yusuf di Mabes Polri, Selasa, 7 Juli 2026.

Bagaimana permainan ini merugikan hajat hidup orang banyak? Yusuf menjelaskan alur praktik lancung ini dengan sederhana. Ada ketidaksesuaian fatal antara spesifikasi batu bara yang dibayar oleh negara dengan fisik yang dikirimkan oleh pihak swasta.

Sebagai contoh, pembangkit listrik memesan batu bara dengan tingkat kalori tinggi dan membayarnya dengan harga mahal. Namun, saat pengiriman, kualitas kalori tersebut sengaja diturunkan secara drastis.

Dampaknya langsung terasa pada ruang pembakaran di PLTU. Batu bara berkualitas rendah tersebut menjadi sangat cepat habis. Pasokan yang harusnya bertahan lama untuk menerangi kota-kota, mendadak habis dalam waktu singkat hingga memicu pemadaman listrik massal.

Yusuf menegaskan, kasus manipulasi batu bara ini berbeda dengan insiden blackout di Sumatra yang murni akibat gangguan kabel transmisi. Skandal pengadaan ini jauh lebih sistemik dan berjalan dalam senyap untuk waktu yang sangat lama.

“Indikasi kecurangan itu sudah terjadi sejak 2018. Makanya periode penyidikan kami mulai dari 2018 sampai dengan 2024,” jelas Yusuf.

Penyelidikan besar ini bukan lagi sekadar isu. Kepala Kortas Tipidkor Polri, Brigjen Totok Suharyanto, menegaskan pihaknya telah menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan melalui penerbitan Laporan Polisi tertanggal 4 Juli 2026.

Polri bergerak cepat menguliti keterlibatan korporasi yang diduga ikut bermain dalam lingkaran hitam ini. Dua nama perusahaan swasta kini resmi masuk dalam radar utama penyidik.

“Setidaknya penyidik menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara di PLTU oleh beberapa perusahaan yang terlibat, PT OBP dan PT BRA,” pungkas Totok.

Kini, penelusuran terus dilakukan untuk menghitung total kerugian negara dan memastikan siapa saja aktor intelektual yang tega menukar terang lampu di rumah-rumah rakyat demi pundi-pundi pribadi. (*)

https://whatsapp.com/channel/0029VbD6ONiA89MoANGjZz2M

Source: Tirto.id
Via: Redaksi
Tags: KorupsiListrik Padam
Previous Post

Rapuh di Belakang, Argentina Waswas Teror Mo Salah Jelang Lawan Mesir

BACA JUGA

GMNI Kutim Desak DLH Kaltim Buka Dokumen Limbah B3 RSUD Kudungga ke Publik

GMNI Kutim Desak DLH Kaltim Buka Dokumen Limbah B3 RSUD Kudungga ke Publik

7 Juli 2026 | 22:30
Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

7 Juli 2026 | 21:49
Bikin Anak Kecanduan Membaca, Intip Serunya Program Lintas Benua Bunda PAUD Bontang

Bikin Anak Kecanduan Membaca, Intip Serunya Program Lintas Benua Bunda PAUD Bontang

7 Juli 2026 | 18:30
Kontraktor Menjerit! Samarinda Terlilit Utang Proyek Rp 290 Miliar, Terowongan Belum Lunas Ganti Rugi Terowongan Samarinda Belum Tuntas, Warga Tolak Rp9 Juta

Kontraktor Menjerit! Samarinda Terlilit Utang Proyek Rp290 Miliar, Terowongan Belum Lunas

7 Juli 2026 | 17:35
Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
Tendangan Berani Remaja Kukar Gagalkan Aksi Bejat Ayah Tiri

Tendangan Berani Remaja Kukar Gagalkan Aksi Bejat Ayah Tiri

7 Juli 2026 | 16:11

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Satpol PP Tegur Indomaret di Jalan MH Thamrin Bontang, Trotoar Dirombak Tak Sesuai Aturan

Satpol PP Tegur Indomaret di Jalan MH Thamrin Bontang, Trotoar Dirombak Tak Sesuai Aturan

2 Juli 2026 | 19:03
Harga Tiket Pesawat Samarinda Masih Mahal, Padahal Avtur Sudah Turun 10 Persen Tiket Pesawat dari Samarinda Naik, Ada yang Capai Rp4,8 Juta Tarif Pesawat dari Samarinda Naik, Ada yang Capai Rp4,8 Juta Dijadwalkan Februari 2026, Bandara APT Pranoto Samarinda Siap Buka Rute Internasional

Harga Tiket Pesawat Samarinda Masih Mahal, Padahal Avtur Sudah Turun 10 Persen

3 Juli 2026 | 19:20
Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

6 Juli 2026 | 13:24
APBD Kutim 2026 Mandek, Dewan Meradang TAPD Tiga Kali Mangkir Rapat

APBD Kutim 2026 Mandek, Dewan Meradang TAPD Tiga Kali Mangkir Rapat

3 Juli 2026 | 16:43

Terbaru

Pantas Saja Sering Mati Lampu, Pasokan Batu Bara PLTU Ternyata Dikorupsi!

Pantas Saja Sering Mati Lampu, Pasokan Batu Bara PLTU Ternyata Dikorupsi!

8 Juli 2026 | 00:17
Rapuh di Belakang, Argentina Waswas Teror Mo Salah Jelang Lawan Mesir

Rapuh di Belakang, Argentina Waswas Teror Mo Salah Jelang Lawan Mesir

8 Juli 2026 | 00:06
GMNI Kutim Desak DLH Kaltim Buka Dokumen Limbah B3 RSUD Kudungga ke Publik

GMNI Kutim Desak DLH Kaltim Buka Dokumen Limbah B3 RSUD Kudungga ke Publik

7 Juli 2026 | 22:30
Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

7 Juli 2026 | 21:49
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved