SELEKSI Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang seharusnya menjadi momen penuh harapan bagi orangtua murid, kini justru diwarnai kabar miring. Jagat maya Samarinda mendadak riuh oleh beredarnya sebuah rekaman suara yang mengungkap dugaan praktik pungli dan jalur belakang di SMPN 4 Samarinda.
Dalam rekaman tersebut, seorang wali murid mengaku harus merogoh kocek dan menyerahkan sejumlah uang kepada oknum pejabat demi meloloskan anaknya masuk ke sekolah favorit tersebut. Sontak, isu pungli SPMB Samarinda ini memicu kegaduhan di tengah masyarakat yang sedang memperjuangkan nasib pendidikan anak-anak mereka.
Merespons bola liar yang terus menggelinding di media sosial, Panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN 4 Samarinda langsung angkat bicara. Pihak sekolah membantah keras adanya intervensi maupun transaksi ilegal di balik layar.
Ketua Panitia SPMB SMPN 4 Samarinda, Indrawan Darussalam, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi berjalan secara murni daring (online) dan transparan. Tuduhan bahwa sekolah bisa memanipulasi data pendaftar dibantahnya secara telak.
“Sampai saat ini di SMP 4 tidak pernah melakukan apa-apa dan seluruh proses berjalan secara online sesuai arahan petunjuk teknis (juknis),” kata Indrawan saat memberikan klarifikasi resmi.
Indrawan menerangkan bahwa kelulusan calon siswa sepenuhnya dikendalikan sistem pusat berdasarkan keabsahan dokumen dan jarak zonasi. Panitia di tingkat sekolah hanya bertindak sebagai verifikator berkas yang diunggah oleh orang tua murid.
“Kami bahkan tidak bisa mengubah titik koordinat rumah calon siswa karena sistem yang mengatur urutan jarak secara otomatis,” tambahnya. Pihak sekolah juga menyatakan telah membuka posko bantuan gratis bagi orang tua yang kesulitan secara teknis saat mendaftar.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda tidak tinggal diam melihat keresahan publik. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Dr. Ibnu Araby, meminta masyarakat tidak hanya melempar isu di media sosial, melainkan berani melaporkannya secara resmi jika memiliki bukti kuat.
Pemkot telah menyiagakan Tim Pengawas (Tim Was) dari Tim Wali Kota Akselerasi Pembangunan (TWAP) bersama Satuan Tugas (Satgas) khusus dari Inspektorat Samarinda untuk mengusut tuntas masalah ini.
“Saya tidak melihat bukti otentik dari rekaman itu. Jika memang orangtua yang bersangkutan memilikinya, silakan berkoordinasi dan melapor ke Tim Was TWAP serta Satgas Inspektorat,” tegas Ibnu Araby.
Ibnu juga memberikan jaminan keamanan penuh bagi siapa saja yang berani bersuara. Identitas pelapor dipastikan terkunci rapat di meja tim pengawas.
“Dijamin kerahasiaannya, tidak ada masalah karena yang tahu hanya Tim Satgas dan Tim Was,” ujarnya meyakinkan.
Komitmen tegas pun dilemparkan untuk menjaga integritas dunia pendidikan di Kota Tepian. Sanksi pemecatan instan menanti bagi oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga kependidikan yang nekat bermain api dengan melakukan pungli.
“Dari pemerintah bersikap tegas, kita bergerak sesuai juknis dan tidak main-main. Wali Kota sudah jelas mengatakan, jika ada yang macam-macam, langsung diberhentikan atau dicopot tanpa tarik ulur,” pungkas Ibnu. (*)















