BELUM genap 40 hari sejak api melahap los sayur Pasar Segiri, denyut perdagangan di jantung Kota Samarinda mulai kembali terasa. Sebanyak 142 kios sementara kini berdiri di lokasi bekas kebakaran dan siap ditempati pedagang terdampak, Senin (4/5/2026).
Percepatan ini menjadi kunci agar aktivitas ekonomi tidak terhenti terlalu lama. Pasar Segiri selama ini dikenal sebagai salah satu pusat distribusi bahan pokok utama di Samarinda—tempat perputaran uang harian bergantung pada keberlangsungan lapak-lapak kecil milik pedagang.
Kios non permanen tersebut dibangun dalam waktu 30 hari sejak awal April 2026 menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1,1 miliar. Pemerintah kota mendorong percepatan agar pedagang bisa segera kembali berjualan, sekaligus menjaga pasokan dan stabilitas harga di pasar.
Kebakaran pada 26 Maret 2026 sebelumnya menghanguskan sebagian besar los sayur dan berdampak pada 25 ruko. Bagi pedagang, peristiwa itu bukan sekadar kehilangan tempat usaha, tetapi juga sumber penghasilan harian. Kini, los sayur ditata ulang dengan ukuran 53,5 meter x 15 meter, memberi ruang baru yang lebih teratur.
Wali Kota Samarinda Andi Harun, saat meninjau lokasi, menilai penataan ulang ini menjadi momentum memperbaiki wajah pasar tradisional. Ia menyebut kondisi sebelumnya cenderung semrawut dan rawan.
“Kalau dibandingkan sebelum kebakaran, kondisinya kumuh. Sekarang lebih tertata dan ini akan terus kita benahi,” ujarnya.
Namun, pemulihan fisik bukan satu-satunya pekerjaan rumah. Pemerintah juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku, terutama terkait disiplin dan mitigasi kebakaran. Pengelola pasar diminta lebih aktif melakukan pembinaan untuk mencegah kejadian serupa.
Di sisi lain, rencana revitalisasi total Pasar Segiri sudah disiapkan. Pemerintah kota menyebut desain dan pendekatan ke pedagang telah dirumuskan, meski realisasi masih bergantung pada kemampuan anggaran daerah. Target awal, proyek ini diupayakan mulai berjalan pada 2027. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















