NIAT hati ingin menambah penghasilan dengan menjala udang, Bejo Priyono (29) dan ayahnya, Sindon (50), justru harus berhadapan dengan maut. Keduanya nyaris kehilangan nyawa setelah diserang buaya secara beruntun di aliran Sungai Taberu, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (25/6/2026).
Peristiwa menegangkan itu terjadi sekira pukul 12.30 Wita di areal kebun kelapa sawit PT Pradiksi Gunatama. Saat itu, ketenangan siang hari di tepi sungai mendadak pecah ketika seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menyambar tangan kiri Bejo.
Melihat sang anak bergulat hebat dengan reptil ganas tersebut, Sindon (50) tidak tinggal diam. Tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri, ia langsung menerjang air untuk menarik Bejo dari cengkeraman buaya.
“Bejo sempat berhasil lepas, tapi buaya itu justru berbalik menyerang ayahnya. Tangan kiri Sindon kemudian digigit,” ujar Kapolsek Batu Engau, AKP Yudhi Ismanto.
Situasi berubah menjadi semakin kritis. Sindon terjebak dalam pergulatan hidup dan mati dengan rahang buaya yang mencengkeram erat. Beruntung, seorang rekan korban yang berada di lokasi bertindak sigap.
Ia menarik ekor buaya tersebut sekuat tenaga, sementara Sindon berupaya melawan dengan menyumpal mulut buaya menggunakan sebatang kayu. Taktik nekat itu akhirnya membuahkan hasil; sang buaya terpaksa melepaskan gigitannya.
Ayah dan anak asal Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, ini segera dilarang ke RSUD Pratama Desa Kerang untuk mendapatkan penanganan medis. Keduanya dilaporkan menderita luka serius pada bagian tangan kiri akibat gigitan tersebut.
AKP Yudhi Ismanto menegaskan bahwa lokasi tersebut memang menjadi habitat alami satwa liar. Pihaknya mengimbau masyarakat, terutama mereka yang kerap mencari nafkah di area sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
“Hindari beraktivitas terlalu dekat dengan tepian sungai yang potensial menjadi sarang buaya. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” tegasnya. [RE]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















