RAMADHANI (33) tak pernah kembali ke barak pekerja, Sabtu (16/5/2026) malam. Buruh panen sawit itu terakhir diketahui berada di sekitar aliran parit di areal Kebun Blok P14 PT Sinar Alam Niaga Raya, Desa Langgai, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim).
Saat ditemukan dua rekannya sekira pukul 18.30 Wita, Ramadhani sudah tergeletak di pinggir sungai kecil dalam kondisi tak sadarkan diri. Pada kaki kanannya terdapat luka gigitan yang diduga akibat serangan buaya.
Korban sempat dievakuasi menuju barak tempat tinggalnya. Namun nyawanya tidak tertolong akibat kehilangan banyak darah.
Kapolsek Batu Engau AKP Hadi Purwanto mengatakan, pencarian dilakukan karena korban tak kunjung kembali sejak sore. Rekan kerja mulai khawatir ketika Ramadhani tidak terlihat di sekitar barak hingga malam.
“Setibanya di lokasi, rekan korban mendapati Ramadhani tergeletak di pinggir sungai atau parit kecil dalam kondisi tidak sadarkan diri. Luka gigitan pada kaki kanan korban diduga akibat serangan buaya,” ujar Hadi, Minggu (17/5/2026).
Dari keterangan saksi, korban diduga diserang saat membersihkan badan di sungai usai makan siang. Lokasi kejadian berada di kawasan perkebunan yang berdampingan langsung dengan aliran air dan semak rawa—area yang masih kerap menjadi habitat buaya liar.
Insiden yang menewaskan Ramadhani juga sempat memicu kepanikan di kalangan pekerja kebun. Polisi meminta pekerja lebih waspada dan menghindari aktivitas seorang diri di sekitar aliran air.
“Kami imbau seluruh pekerja agar lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas sendirian di sekitar sungai,” kata Hadi.
Pihak keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak visum lanjutan. Jenazah Ramadhani dimakamkan pada Minggu (17/5/2026) di TPU Desa Bai Jaya, Kecamatan Batu Engau. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















