TIM gabungan menangkap seekor buaya sepanjang sekitar empat meter yang diduga menerkam seorang bocah di kawasan Dermaga Kenyamukan, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Rabu (13/5/2026) malam. Penangkapan dilakukan beberapa jam setelah insiden tragis yang menewaskan seorang anak di perairan tersebut.
Buaya itu ditemukan sekira pukul 23.00 WITA, tidak jauh dari lokasi korban diterkam. Aparat bersama relawan sebelumnya melakukan penyisiran intensif sejak malam hari untuk mencari hewan liar yang diduga menjadi pelaku serangan.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Buaya sempat melakukan perlawanan saat hendak diamankan. Tim gabungan kemudian menggunakan tali serta peralatan khusus untuk mengendalikan reptil tersebut sebelum berhasil dievakuasi dari kawasan perairan Kenyamukan.
Sejumlah unsur terlibat dalam operasi penangkapan, di antaranya Laskar Kebangkitan Kutai (LKK) Kutim, Posal Lanal Kenyamukan, Ditpolairud Polda Kaltim, PMI Sangatta, hingga personel Pemadam Kebakaran (PMK).
Ketua LKK Kutim, Rony Effendy, mengatakan penangkapan dilakukan untuk mencegah ancaman lanjutan terhadap masyarakat yang beraktivitas di sekitar dermaga dan perairan Kenyamukan.
“Kami bersama tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian dan penangkapan supaya buaya ini tidak lagi membahayakan warga di sekitar kawasan perairan,” kata Rony saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026).
Sebelumnya, seorang bocah bernama Andi Alfiansyah (13) dilaporkan diterkam buaya di kawasan perairan Jalan Dermaga Kenyamukan sekitar pukul 17.30 WITA. Saat kejadian, korban disebut tengah bermain layang-layang bersama teman-temannya di sekitar dermaga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban telah keluar rumah sejak siang hari sebelum akhirnya diterkam di area perairan yang selama ini menjadi lokasi aktivitas warga dan nelayan. Peristiwa tersebut kembali memunculkan kekhawatiran warga terhadap potensi konflik antara manusia dan buaya di kawasan pesisir Sangatta.
Rony mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, agar lebih waspada terhadap anak-anak yang bermain di sekitar sungai maupun dermaga yang diketahui menjadi habitat buaya.
“Kami mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya dan tidak membiarkan bermain di lokasi yang rawan habitat buaya,” ujarnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah menyiapkan langkah penanganan jangka panjang, termasuk pengelolaan habitat dan penanganan populasi buaya, agar kejadian serupa tidak terus berulang di Kutai Timur.
“Harapan kami ada solusi serius dari pemerintah, termasuk penanganan habitat maupun penangkaran buaya agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tutupnya. [HAF]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














