PENCARIAN Johansyah (54) di Sungai Mahakam berakhir duka. Pria asal Samarinda itu ditemukan meninggal dunia, Sabtu (16/5/2026) pagi, setelah dua hari hilang di kawasan Pasiran, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara.
Tubuh korban ditemukan mengapung sekitar 893 meter dari titik awal diduga terjatuh. Sebelumnya, Johansyah dilaporkan belum pulang sejak Kamis (14/5/2026) sore, usai pergi ke tepian Sungai Mahakam untuk mencuci pakaian.
Di tepi sungai itu, warga hanya menemukan sandal dan pakaian cucian milik korban. Temuan tersebut langsung memunculkan kekhawatiran, mengingat arus Mahakam di kawasan itu dikenal cukup kuat, terutama saat debit sungai meningkat.
Sejak Jumat pagi, tim SAR gabungan menyisir aliran sungai menggunakan rubber boat, speedboat Polair, hingga peralatan SAR air. Namun pencarian hari pertama belum membuahkan hasil.
Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Eko Suryawinata, mengatakan operasi pencarian kembali dilanjutkan Sabtu pagi dengan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim menyisir area hilir hingga radius sekitar dua kilometer dari lokasi awal korban diduga jatuh.
“Sekira pukul 08.59 Wita korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Eko.
Menurut dia, lokasi penemuan korban berada di titik koordinat 0°30’15.22″S 117°1’43.43″E atau hampir satu kilometer dari lokasi awal kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi menuju RSUD Aji Muhammad Parikesit.
Derasnya arus Sungai Mahakam selama proses pencarian menjadi tantangan utama tim di lapangan. Kondisi itu pula yang membuat pencarian terhadap korban di hari pertama berlangsung cukup sulit.
Mahakam sendiri menjadi jalur aktivitas warga di banyak wilayah Kalimantan Timur. Namun di sejumlah titik, terutama kawasan tepian yang minim pengaman, sungai terpanjang di Kaltim itu juga kerap memakan korban tenggelam, baik saat beraktivitas mencuci, memancing, maupun menyeberang. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















