NIAT MA (21) mencari pekerjaan sampingan untuk membayar uang kuliah berujung petaka. Mahasiswi asal Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) itu diduga disekap dan diperkosa selama tiga hari di sebuah rumah kontrakan di Makassar setelah melamar lowongan kerja baby sitter yang ditemukan di media sosial.
Kasus itu terjadi di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, sejak Jumat (8/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026). Polisi kini memburu pria berinisial FR (30) yang diduga menjadi pelaku penyekapan dan kekerasan seksual terhadap korban.
Korban awalnya mengenal pelaku melalui Facebook. Dari akun media sosial tersebut, pelaku memasang lowongan pekerjaan sebagai pengasuh anak dengan tawaran gaji Rp 3 juta per bulan. Tawaran itu menarik perhatian korban yang sedang membutuhkan biaya kuliah.
“Korban melamar pekerjaan melalui media sosial. Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian,” kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abd Latif kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).
Setelah datang ke rumah kontrakan pelaku pada Jumat (8/5/2026), korban diminta tinggal sementara di lokasi tersebut. Berdasarkan keterangan awal yang diterima polisi, sejak saat itu korban diduga mulai mengalami penyekapan dan kekerasan seksual.
“Korban diminta datang serta menginap di rumah tersebut. Ada juga dugaan tindak pemerkosaan berdasarkan keterangan awal korban,” ujar Latif.
Kasus itu baru terbongkar ketika pemilik rumah datang mengecek kontrakan pada Minggu (10/5/2026) karena masa sewa pelaku telah habis. Saat mengetuk pintu rumah, pemilik kontrakan terkejut melihat seorang perempuan muncul dari dalam rumah dalam kondisi ketakutan.
Warga kemudian berinisiatif membantu korban sebelum polisi tiba di lokasi. Saat dievakuasi aparat kepolisian, korban ditemukan dengan tangan terikat di dalam rumah kontrakan tersebut.
“Setelah tiba di TKP, kami benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat. Selanjutnya korban kami amankan,” tutur Latif.
Namun, pelaku sudah tidak berada di lokasi saat polisi datang. Aparat kini masih melakukan pengejaran dan penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap FR.
Warga setempat berinisial IK menyebut korban merupakan mahasiswi yang merantau ke Makassar untuk kuliah. Menurut dia, korban diduga mudah percaya karena sedang terdesak kebutuhan ekonomi.
“Dia pasang lowongan baby sitter di media sosial dijanjikan gaji Rp 3 juta. Korban tertarik karena butuh uang bayar kuliah,” kata IK. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















