SEBUAH video amatir mendadak viral dan menggegerkan warga Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Rekaman tersebut memperlihatkan aksi brutal empat pria yang diduga preman Sungai Mahakam saat mengeroyok seorang anak buah kapal (ABK).
Peristiwa menegangkan ini menimpa kru TB Mahakam Indah yang sedang berlayar di kawasan Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir, Samarinda, Senin (29/6/2026). Korban yang tak berdaya dihujani pukulan hingga dihantam menggunakan dayung.
Aparat kepolisian bergerak cepat merespons keresahan publik. Satpolairud Polresta Samarinda langsung turun ke lokasi dan menciduk para pelaku pengeroyokan tersebut.
Kanit Gakkum Satpolairud Polresta Samarinda, Ipda Zaqhi Ur Rahman, membenarkan insiden berdarah di atas kapal tersebut. Kejadian bermula saat TB Mahakam Indah tengah bersiap menuju pangkalan di Kelurahan Sengkotek.
Di tengah jalur pelayaran, sebuah perahu kelotok tiba-tiba memepet tugboat. Empat pria tak dikenal langsung melompat naik ke atas kapal dan meminta bahan bakar minyak jenis solar secara paksa.
Mengingat persediaan di kapal sangat terbatas, ABK yang bertugas memilih menolak permintaan tersebut. Sayangnya, penolakan itu justru memicu amarah komplotan preman Sungai Mahakam ini.
Situasi berubah mencekam ketika salah satu pelaku nekat menerobos masuk ke dalam kamar mesin. Pelaku berteriak menantang dan berniat menjarah barang apa saja yang bisa dibawa.
“Di kamar mesin pelaku teriak ‘apa saja yang bisa aku ambil’, lalu dijawab korban ‘jangan begitu’,” ujar Ipda Zaqhi menirukan cekcok saat kejadian.
Mencoba mempertahankan aset kapal, korban justru langsung dipukul. Tak berselang lama, tiga rekan pelaku ikut merangsek naik dan mengeroyok korban menggunakan tangan kosong serta dayung kayu.
Akibat serangan bertubi-tubi itu, korban yang kalah jumlah mengalami luka robek di betis kanan.
Aksi premanisme di jalur urat nadi perairan Kaltim ini langsung dilaporkan ke pihak berwajib. Tim Satpolairud Polresta Samarinda tidak butuh waktu lama untuk memburu para pelaku.
Empat orang yang masing-masing berinisial HR, MM, PA, dan YD berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Mereka langsung digelandang ke markas polisi untuk pemeriksaan intensif.
“Laporan polisi sudah diterbitkan dan perkara ini resmi naik ke tahap penyidikan,” tegas Ipda Zaqhi. Polisi kini tengah mendalami peran masing-masing pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di mata hukum. [JUN]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















