Menu

Mode Gelap
Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas Negara Rugi Rp7,26 Miliar, 9 Pelaku Bom Ikan di Balikpapan Diringkus

Kaltim · 13 Mei 2022 19:04 WITA ·

70 Persen Kebutuhan Daging dari Luar Kaltim


 Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kaltim Munawwar. Perbesar

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kaltim Munawwar.

pranala.co – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih menggantungkan kebutuhan daging dari luar daerah. Hampir 70 persen didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

Kebutuhan daging sapi di Kaltim mencapai 100 ribu ekor pertahun, namun faktanya yang mampu disediakan oleh peternak lokal hanya sekitar 23 ribu ekor.

“Memang faktanya daging sapi di Kaltim ini masih belum mampu disediakan oleh para peternak lokal, sehingga kekurangannya tetap didatangkan dari luar daerah,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Munawwar mengutip Antara.

BACA JUGA: Ratusan Ekor Sapi Terancam Batal Dikirim ke Samarinda

Makanya, sejumlah program peningkatan produksi ternak terus digiatkan oleh Dinas terkait baik provinsi dan kabupaten/kota. Harapannya,  ke depan bisa membuat swasembada daging dan tidak lagi bergantung dari luar daerah.

Program yang terus disosialisasikan adalah pengembangan hewan ternak di kawasan bekas tambang batu bara.

“Untuk mensukseskan program ini kami juga berharap peran serta pihak swasta melalui dana sosial untuk masyarakat,” kata Munawar.

Munawwar menambahkan pemerintah berharap peran serta swasta dan masyarakat untuk mewujudkan swasembada daging salah satunya melalui pengembangan ternak di kawasan eks tambang.

BACA JUGA: Ratusan Pengecer BBM di Samarinda Siap-Siap Ditertibkan

Dia berharap semua pengembangan kawasan peternakan di Kaltim bisa mencontoh PT EMAS di Desa Embalut, dengan memanfaatkan lahan bekas tambang sebagai kawasan pusat pembibitan ternak unggul.

“Areal kawasan ternaknya cukup luas yakni mencapai 52 hektare dengan ditunjang permodalan yang kuat dari perusahaan sehingga bisa mengembangkan usaha lainnya sebagai sampingan,” kata Munawar. (je)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Senjata Tradisional Suku Dayak Buatan Makhluk Kayangan

26 Mei 2022 - 16:01 WITA

DUHUNG2

Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata

26 Mei 2022 - 00:51 WITA

IMG 20220526 003543

SELAMAT! Pemprov Kaltim Raih Pembina Terbaik K3 Nasional

25 Mei 2022 - 16:30 WITA

IMG 20220525 172849

Kaltim Masih Menunggu Aturan Vaksinasi PMK dari Pusat

25 Mei 2022 - 15:15 WITA

IMG 20220525 171808

Wakil Ketua DPRD Kaltim Janji Dukung Penambahan Bankeu Atasi Banjir Bontang

25 Mei 2022 - 09:47 WITA

IMG 20220525 113354

Kemayau, Buah Langka Bercita Rasa Mentega Khas Kalimantan

25 Mei 2022 - 08:01 WITA

58E35180 2AB3 4160 AE11 D825656B6A25
Trending di Kaltim