ADA air yang mengalir turun seperti anak tangga di Desa Selangkau, Kaliorang. Bukan buatan manusia, tapi murni bentukan alam. Warga menyebutnya Tangga Bidadari. Kini, pemerintah Kutai Timur (Kutim) menjadikannya proyek besar: destinasi wisata unggulan yang digarap serius sepanjang 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mariadi, tidak asal menetapkan. Ia punya alasan kenapa Tangga Bidadari dipilih dari sekian banyak potensi wisata di Kutim.
"Untuk itu, tahun ini kami menetapkan objek wisata Tangga Bidadari masuk dalam pengembangan program unggulan daerah. Terlebih lokasinya masuk dalam Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sehingga sejalan dengan tema tiga pilar tersebut," ujar Mariadi di Sangatta, Senin (7/9/2026).
Tiga pilar yang dimaksud adalah konservasi alam, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Bukan sekadar slogan. Karena lokasinya berada di kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, konsep itu jadi jalan paling masuk akal — wisata jalan, alam tetap terjaga, warga sekitar ikut menikmati hasilnya.
Daya tarik utama Tangga Bidadari ada pada sumber mata airnya. Konturnya berundak, mirip anak tangga alami. Menurut Mariadi, keunikan ini yang membuat Tangga Bidadari beda dari destinasi lain di sekitarnya.
"Mata airnya tidak banyak dimiliki oleh destinasi lain. Terlebih daerah itu juga sudah banyak dikenal oleh wisatawan," katanya.
Satu lagi nilai plusnya: akses ke lokasi ini disebut relatif lebih mudah dibanding objek wisata alam lain di wilayah sekitar. Ini penting. Sebagus apa pun pemandangan, kalau jalannya susah, wisatawan mikir dua kali.
Tahun ini, Dinas Pariwisata Kutim mulai membenahi kawasan bawah Tangga Bidadari. Prioritas pertama: pembangunan turap untuk memperkuat struktur lahan.
Selain itu, kawasan bawah akan dilengkapi area bermain air alias kolam renang khusus anak-anak. Idenya sederhana — keluarga yang datang tidak perlu memaksakan diri naik ke bagian atas destinasi kalau hanya ingin menikmati suasana mata air bersama anak-anak.
Fasilitas umum lain seperti toilet dan sarana ibadah juga masuk daftar pembangunan.
Langkah mengembangkan Tangga Bidadari ini tidak lepas dari tren positif pariwisata Kutim beberapa tahun terakhir. Pada 2023, kunjungan wisata tercatat sekitar 120.000. Angka ini melonjak tajam jadi 426.771 kunjungan pada 2024.
Tren itu berlanjut di 2025. Jumlah kunjungan naik lagi menjadi 480.626, atau tumbuh sekitar 12,6 persen dari tahun sebelumnya. [ADS]
















