PRANALA.CO - Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Najirah mengunjungi beberapa gereja pada saat Natal tahun ini. Mulai dari Gereja Katolik Santo Yosep, POUK Imanuel, hingga Gereja Toraja Jemaat Imanuel.
Wawali Najirah pun menyampaikan pesan natal kepada umat kristiani dan katolik di Kota Taman. Tema hari raya Natal tahun ini yang digagas oleh PGI dan KWI ialah “Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi.”Najirah mengingatkan akan pentingnya damai sejahtera. Di mana terbalur suasana hidup yang damai, harmonis, dan tentram. Selain pesan ini mengarah ke hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi ini juga bisa diimplementasikan ke hubungan horizontal.
“Saya mengajak saudara-saudari sekalian untuk mewujudkan damai sejahtera melalui media sosial dengan terus menyebarkan nilai-nilai kebaikan,” terangnya.
Selain itu, menjelang perhelatan pesta demokrasi ia berharap kepada umat kristiani dan katolik Kota Bontang untuk menjaga keamanan. Serta kondusivitas kota.
“Semua punya pilihan masing-masing. Tetapi jangan sampai terpecah belah,” sebutnya.
Supaya hal itu tidak terjadi. Sehingga Bontang tetap aman dan damai. Najirah pun mengucapkan selamat hari natal di mimbar tiap gereja.
Mengutip situs PGI, pesan Natal tahun ini bertajuk Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi, berdasarkan Lukas 2:14. Umat beriman diajak untuk masuk ke dalam karya penyelamatan Allah melalui lahirnya Sang Juruselamat.
"Warta sukacita tentang kelahiran Yesus di Kota Bethlehem menggembirakan hati para gembala. Para gembala adalah pribadi-pribadi sederhana yang memiliki harapan besar kepada Sang Mesias sebagai pembawa damai sejahtera," ungkap PGI-KWI dalam pesan tersebut.
Momen Natal tahun ini bersamaan dengan persiapan menjelang Pemilu 2024. Sebagai warga negara, umat Kristiani di Indonesia juga akan memilih calon pemimpin dan wakil rakyat.
Perhelatan politik ini dinilai membawa sukacita karena demokrasi bangsa dan negara dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun tak jarang pesta politik juga menyisakan dampak negatif, seperti konflik dan perpecahan di tengah masyarakat.
Untuk itu, PGI dan KWi mengajak umat menyikapi pilihan politik yang berbeda-beda dengan bijaksana. Serta tetap waspada terhadap benih-benih kebencian yang sengaja disebarkan untuk meraih kemenangan dan menjatuhkan pihak lain.
"Dengan berpegang pada prinsip bahwa Allah harus dimuliakan, maka politik identitas dan politik uang bukan pilihan perjuangan politik umat Kristiani. Kita menolak politik kekuasaan yang menghalalkan segala cara termasuk mengorbankan rakyat dan merendahkan martabat luhur kehidupan," tegasnya. (*)















