Pranala.co, SAMARINDA – Anak-anak dari keluarga tak mampu di Kalimantan Timur (Kaltim) kini punya harapan baru. Impian mereka untuk bersekolah dan punya masa depan cerah, pelan-pelan mulai terlihat nyata.
Namanya Sekolah Rakyat. Gagasannya sederhana: menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin hingga lulus. Gratis. Disiapkan pula asrama. Penuh kasih dan perhatian.
Gagasan ini kini masuk tahap serius. Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, akan bertemu langsung Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo, minggu depan. Di Jakarta. Membicarakan percepatan.
“Kami ingin Sekolah Rakyat ini segera terwujud. Agar makin cepat pula kita keluar dari lingkaran kemiskinan,” kata Andi, Selasa (3/6).
Sudah ada lima lokasi yang diusulkan untuk membangun Sekolah Rakyat. Satu dari provinsi. Empat dari kabupaten/kota: Kutai Kartanegara, Samarinda, Penajam Paser Utara, dan Berau.
Dari semuanya, Samarinda yang paling siap. Lahan di Palaran, sudah ditinjau Kementerian PU. Siap bangun bulan ini. Target selesai Juni 2026. Tahun ajaran baru 2026 pun bisa langsung digunakan.
Berbeda dengan lahan usulan provinsi di Bukit Biru, Tenggarong. Masih belum rata. Masih perlu pematangan lahan sampai akhir tahun. Artinya, pembangunan baru bisa dimulai tahun depan.
Pemerintah tak mau menunggu. Maka diluncurkanlah rintisan Sekolah Rakyat. Sebelum gedung permanen berdiri.
Rintisan ini akan mulai jalan tahun ini. Lokasinya di SMAN 16 Samarinda. Di Jalan Perjuangan. Sekolah itu punya asrama. Sayang, tak digunakan. Fasilitas ruang kelas pun ada. Satu gedung enam kelas.
"Ini bisa dimanfaatkan untuk rintisan Sekolah Rakyat," kata Andi.
Kebutuhan dasar seperti kasur dan laboratorium akan diusahakan. Dinsos Kaltim percaya bisa segera dilengkapi.
Angkatan pertama hanya 100 siswa. Fokus di jenjang SMA. Sesuai kapasitas ruangan. "Yang penting dimulai dulu. Kalau sudah jalan, perbaikan dan pengembangan akan mengikuti,” ujar Andi. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















