Balikpapan, PRANALA.CO — Enam anggota Satuan Samapta Polresta Balikpapan menerima penghargaan atas aksi kemanusiaan mereka yang menyelamatkan nyawa seorang ibu hamil delapan bulan dari upaya bunuh diri. Aksi cepat dan pendekatan humanis yang dilakukan para personel polisi itu dinilai sebagai wujud nyata pelayanan publik yang lebih dari sekadar menjaga ketertiban.
Kejadian yang berlangsung pada Selasa (18/2/2025) lalu bermula dari laporan warga mengenai seorang wanita yang hendak melompat dari lantai satu sebuah ruko di kawasan Balikpapan Baru. Tim patroli Samapta yang tengah berada di lapangan langsung menuju lokasi dan mendapati situasi kritis: seorang perempuan dalam kondisi emosional dan tengah berdiri di tepi lantai atas bangunan.
“Tanpa ragu, anggota kami segera mengambil langkah persuasif. Pendekatan dilakukan dengan penuh empati, dibantu oleh suaminya dan petugas keamanan setempat. Situasi tegang tersebut akhirnya bisa diurai secara manusiawi,” terang Kasat Samapta Polresta Balikpapan AKP Muhammad Chusen.
Ibu dan bayi yang dikandungnya selamat. Ia kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi stabil, dengan pendampingan psikologis lanjutan dari pihak berwenang.
Sebagai bentuk apresiasi, Kapolresta Balikpapan menganugerahkan penghargaan melalui Surat Keputusan Nomor 20/IV/2025 kepada enam personel: Bripda M Rasan H, Bripda Royfaldo TS, Bripda M Nur Adytia, Bripda Wedhar Sukma Tribakti, Bripda June Keavin Ananda Purwanto, dan Bripda Edy Wahyudi.
AKP Chusen menegaskan bahwa insiden ini menjadi bukti kemampuan multitugas polisi masa kini. “Mereka tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga mampu menjadi penolong dalam krisis sosial melalui pendekatan kemanusiaan,” ujar Chusen.
Keenam personel tersebut akan dilibatkan sebagai duta pelatihan crisis intervention, guna memperkuat kapasitas polisi dalam menghadapi persoalan masyarakat yang memerlukan sensitivitas psikologis.
Sementara itu, Kapolresta Balikpapan berharap kisah penyelamatan ini bisa menjadi inspirasi sekaligus semangat baru bagi seluruh jajaran Polri untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat.
“Pelayanan publik itu bukan hanya soal hukum dan keamanan, tapi juga empati dan keberanian menolong sesama di saat paling rapuh mereka,” ujarnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















