SEBANYAK 36 siswa SMP Vidatra Bontang dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah, Senin (10/8/2026), diduga setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.
Dari jumlah tersebut, 21 orang harus dilarikan ke RS LNG Badak untuk mendapatkan penanganan medis. Dugaan penyebab kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kasus tersebut terjadi ketika hasil uji laboratorium terkait gejala mual dan diare yang sebelumnya dialami siswa dan guru SDN 012 Bontang Selatan juga belum keluar.
Informasi yang dihimpun Pranala.co menyebutkan, puluhan siswa SMP Vidatra mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG Senin pagi.
Menu yang dibagikan terdiri atas nasi putih, ayam suwir, tumis wortel, oseng tahu, dan buah jeruk.
Sebanyak 21 siswa kemudian dibawa ke RS LNG Badak untuk memperoleh penanganan medis. Belum ada keterangan mengenai kondisi terakhir seluruh siswa yang terdampak.
SMP Vidatra berada di bawah naungan Yayasan PT Badak LNG. Selama ini, pasokan MBG untuk sekolah tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bintang Selatan 5.
Lurah Satimpo, Maryono, membenarkan adanya informasi mengenai siswa SMP Vidatra yang mengalami gejala mual dan muntah.
Saat dihubungi Pranala.co, Maryono mengatakan pihak kelurahan masih berkoordinasi dengan sekolah untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak.
"Memang benar ada informasi itu. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan sekolah untuk memastikan bagaimana kondisi siswanya," ucap Maryono.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMP Vidatra Muhammad Sholikin belum memberikan respons ketika dihubungi melalui telepon.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Bontang juga belum memberikan jawaban terkait kejadian tersebut.
Kejadian di SMP Vidatra terjadi hanya beberapa hari setelah sejumlah siswa dan guru SDN 012 Bontang Selatan dilaporkan mengalami muntah dan diare.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026). Gejala tersebut diduga muncul setelah siswa dan guru mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di SD Muhammadiyah Bontang Utara, PAUD Al Hikmah, dan SMPN 1 Bontang.
Dinas Kesehatan Bontang telah melakukan pemeriksaan terhadap sampel MBG untuk mengetahui penyebab kejadian. Namun, hingga Senin (10/8/2026), hasil pemeriksaan laboratorium tersebut belum keluar.
Belum adanya hasil pemeriksaan laboratorium membuat penyebab pasti munculnya gejala pada siswa dan guru belum dapat dipastikan.
Pihak terkait juga masih melakukan koordinasi untuk mengetahui kondisi siswa SMP Vidatra yang terdampak serta memastikan penanganan terhadap mereka. (*)















