Presiden Pastikan Pembangunan IKN di Kaltim Tak Rusak Hutan

IKN JOKOWI
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor (kanan) saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). (ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)

pranala.co – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) tak akan merusak hutan yang ada di sana. Jokowi mengatakan dirinya telah meminta area hijau di IKN baru diperbanyak daripada kawasan kota.

“Jangan sampai ada sebuah anggapan bahwa kita ke sana untuk merusak hutan. Yang kita pakai ini 256 ribu hektare, nantinya kurang lebih 50 ribu hektare itu yang dipakai. Sisanya yang 200 ribu (hektare) adalah memang akan dibiarkan sebagai hutan hijau,” jelas Jokowi dalam acara Peresmian Kantor DPP NasDem di Menteng Jakarta Pusat, Selasa (22/2).

Menurut dia, pemerintah justru berencana untuk merehabilitasi dan memperbaiki kawasan hutan yang sudah rusak. Jokowi menyampaikan pemerintah sudah membangun nursery atau tempat persemaian dan pembibitan pohon.

Jokowi mengatakan nursery ini mampu memproduksi sekitar 20 juta bibit atau benih per tahun. Bahkan, pembangunan nursery di kawasan IKN saat ini sudah hampir rampung.

“Artinya, apa yang kita kedepankan memang sebuah kota yang sangat ramah lingkungan,” ucap Jokowi.

Adapun anggaran yang digunakan untuk pembangunan IKN di Kaltim berasal dari APBN, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), public private partnership (PPP), hingga investasi langsung dari investor. Untuk kawasan Istana Kepresidenan dan gedung-gedung kementerian seluruhnya akan berasal dari APBN.

“Perkiraan kita 20 persen dari total anggaran yang dibutuhkan. Sehingga 80 persen adalah baik KPBU, baik PPP maupun dari investasi langsung oleh investor,” tutur Jokowi.

Di sisi lain, dia menyadari ada pro dan kontra terkait pemindahan ibu kota negara. Namun, Jokowi menjelaskan bahwa pemindahan IKN ke Kalimantan Timur sejatinya untuk pemerataan ekonomi dan infrastruktur di Indonesia yang selama ini hanya berpusat di Pulau Jawa

“Sekali lagi, perpindahan ini adalah untuk pemerataan. Baik pemerataan infrastruktur, pemerataan ekonomi, dan juga keadilan sosial,” kata Jokowi. (Mdk)

More Stories
Final Euro 2020
INFOGRAFIS: Final Euro Perdana Inggris