KUTAI Timur (Kutim) kembali menunjukkan diri sebagai salah satu daerah paling menarik bagi investor di Kalimantan Timur (Kaltim). Sepanjang 2025, realisasi investasi di daerah ini mencapai Rp20,07 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp12,5 triliun.
Di balik lonjakan investasi itu, tersimpan harapan akan semakin terbukanya lapangan kerja, tumbuhnya peluang usaha, hingga meningkatnya kesejahteraan masyarakat di daerah.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan investasi merupakan fondasi penting dalam mempercepat pembangunan daerah. Menurutnya, masuknya investasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat daya saing Kutai Timur di masa depan.
"Investasi bagi Kutai Timur sangat penting. Tidak hanya sekadar memberikan peluang usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita mengimplementasikan visi membangun Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing," kata Ardiansyah di Sangatta, Senin (20/7/2026).
Ia menilai Kutim memiliki modal besar berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia yang harus dikelola secara optimal agar mampu memberikan nilai tambah bagi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur, Novian Prananta, mengungkapkan capaian investasi sebesar Rp20,07 triliun setara 160,06 persen dari target tahunan.
Menurut Novian, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha yang terus menjaga iklim investasi tetap kondusif.
"Pada tahun 2025, Kabupaten Kutai Timur diberikan target realisasi investasi sebesar Rp12,5 triliun. Berkat sinergi yang luar biasa antara para pelaku usaha, realisasi investasi berhasil menembus angka Rp20,07 triliun atau mencapai 160,06 persen dari target," ujarnya.
Kinerja investasi yang melampaui target turut mengantarkan Kutai Timur meraih dua penghargaan terbaik kedua tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Penghargaan itu diberikan untuk kategori capaian realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), serta persentase realisasi investasi PMDN dan PMA sepanjang 2025.
Novian menilai pencapaian tersebut mempertegas posisi Kutai Timur sebagai salah satu daerah tujuan investasi yang semakin diperhitungkan. Kondisi wilayah yang kondusif, kekayaan sumber daya alam, dan ketersediaan tenaga kerja menjadi daya tarik utama bagi para investor.
Optimisme itu berlanjut pada 2026. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menargetkan realisasi investasi sebesar Rp18,42 triliun.
Hingga triwulan pertama tahun ini, investasi yang telah terealisasi mencapai Rp3,18 triliun, atau sekitar 17,25 persen dari target tahunan.
Dia juga mengingatkan seluruh pelaku usaha agar rutin menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara tepat waktu. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan investasi di Kutim. (*)















