Menu

Mode Gelap

Balikpapan · 17 Jun 2022 22:14 ·

Harga Daging Ayam di Balikpapan Tak Wajar


					Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional. Perbesar

Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional.

pranala.co, BALIKPAPAN – Melonjaknya harga daging ayam potong di Balikpapan, Kaltim dianggap sudah tak wajar. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pun membeberkan sejumlah alasannya.

Sejak 10 hari terakhir harga daging ayam melonjak tinggi di pasar tradisional hingga Rp65.000 per ekor untuk ayam hidup berat sekira 1,7 kilogram per ekor ayam hidup. Dari biasanya sekira Rp55.000/ekor dengan berat sekitar 2 kilogram per ekor ayam hidup.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil V Balikpapan Manaek Pasaribu menyatakan ketidakcermatan breeding farm memprediksi permintaan DOC (Day Old Chick) mengakibatkan distribusi kepada peternak berkurang.

Manaek Pasaribu menambahkan, biasanya satu hingga dua minggu sebelum dan setelah Idulfitri, peternak tidak memasukkan DOC ke kandang. Sehingga siklus pembesaran DOC menjadi ayam potong terhenti.

“Dampaknya pasokan ayam potong menjadi berkurang. Hal ini biasanya terjadi setiap tahun di momen sebelum dan setelah Idul Fitri,” jelas Manaek Pasaribu dalam keterangan tertulis diterima Jumat (17/6/2022).

Manaek Pasaribu menjelaskan, KPPU pernah melakukan penanganan Perkara dan memutus Putusan KPPU No. 02/KPPU-I/2016 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 11 UU No. 5 Tahun 1999 terkait Pengaturan Produksi Bibit Ayam Pedaging (Broiler) di Indonesia.

Putusan tersebut memutus 12 perusahaan dalam praktik kartel ayam yang terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 11 Undang-undang nomor 5 tahun 1999.

“Pelaku usaha tersebut diputus bersalah karena terbukti bersepakat melakukan afkir dini induk ayam (parent stock). Bahkan, kesepakatan itu dicapai setelah serangkaian pertemuan yang dilakukan yang dilakukan oleh para breeding farm,” kata Manaek Pasaribu.

Manaek bilang, afkir dini induk ayam oleh para pelaku usaha, secara langsung merugikan peternak ayam skala kecil karena harga bibit ayam jadi mahal. Namun, secara tidak langsung juga merugikan konsumen karena harga daging ayam di pasaran turut terkerek naik.

KPPU Kanwil V akan senantiasa mengawasi kenaikan harga daging ayam yang eksesif, termasuk distribusinya sehingga tidak berpotensi terjadinya praktik kartel pada komoditas ayam potong. [RIL]

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Avatar of Suriadi Said badge-check

Editor

Baca Lainnya

Warga Kaltim Belum Perlu Pakai MyPertamina saat Beli Solar dan Pertalite

1 Juli 2022 - 12:29

main l dapatkan cashback saat beli bbm via aplikasi mypertamina 76383 38367 TdDTrhu3WhjvEEU8XZhKab

Anjlok Lagi, Harga TBS Sawit di Paser Rp700-900 per Kg

30 Juni 2022 - 22:16

Anjlok Lagi Harga TBS Sawit di Paser Rp700 900 per Kg

Ternyata Ada Dua Versi Bumbu Indomie Goreng Buat Pasar Kaltim dan Jawa

30 Juni 2022 - 09:13

bumbu indomie goreng

Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Solar dan Pertalite

30 Juni 2022 - 08:38

spbu k6

Harga Ayam hingga Cabai Rawit di Balikpapan Masih Mahal selama Empat Minggu

29 Juni 2022 - 18:58

daging ayam

Kaltim Belum Bisa Sosialiasikan Beli Solar dan Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi

29 Juni 2022 - 06:37

IMG 20220514 091550
Trending di Balikpapan