PERJALANAN memancing yang awalnya biasa saja berubah menjadi situasi darurat di tengah Selat Makassar. Salman (41), seorang pemancing yang telah tiga hari berada di laut bersama dua rekannya, mendadak kehilangan kesadaran di atas kapal KM Samarinda Fishing, Minggu (17/5/2026) pagi.
Saat itu kapal berada di Perairan Pulau Balang Balangan. Jauh dari daratan. Rekan korban panik dan segera meminta bantuan setelah Salman tak sadarkan diri sekira pukul 06.00 WITA.
Laporan diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan pukul 06.15 WITA dari rekan korban bernama Honey Kumakauw. Hanya berselang 15 menit, tim rescue langsung bergerak menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) menuju titik kapal di Selat Makassar.
Waktu menjadi faktor penting dalam operasi tersebut. Kondisi korban yang sempat tak sadar membuat proses evakuasi medis atau medivac harus dilakukan secepat mungkin di tengah cuaca hujan ringan dan gelombang laut.
Kepala Kantor SAR Balikpapan, Dody Setiawan Suwondo, mengatakan tim akhirnya berhasil mencegat KM Samarinda Fishing sekitar pukul 10.20 WITA.
“Tim Rescue Kansar Balikpapan berhasil melakukan intercept terhadap KM Samarinda Fishing pada posisi 1°39’31.1”S 117°08’34.0”E,” ujar Dody.
Begitu berhasil dijangkau, Salman langsung mendapat penanganan medis awal dari tim Basarnas. Kondisinya berangsur stabil sebelum dibawa menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Manggar.
Korban tiba di darat sekitar pukul 12.20 WITA dan langsung dirujuk ke RS Medika Manggar menggunakan ambulans untuk menjalani penanganan lebih lanjut.
Operasi penyelamatan itu melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Basarnas Balikpapan, Brimob Polda Kaltim, Polairud Polda Kaltim, MDMC Balikpapan, Info Bencana, hingga awak kapal KM Samarinda Fishing. Sejumlah peralatan SAR air, alat komunikasi, hingga perangkat medis diterjunkan selama operasi berlangsung.
Setelah korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, operasi SAR ditutup pada pukul 12.35 WITA. Bagi tim penyelamat, operasi itu selesai. Namun bagi rekan-rekan Salman di atas kapal, pagi di Selat Makassar itu kemungkinan menjadi momen memancing yang tak akan mudah dilupakan. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















