BONTANG, Pranala.co – Sebanyak dua orang pria diamankan di sebuah rumah Jalan Kapal Feri Gang Kedondong, RT 11 Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, Minggu, 18 Mei 2025 sekira pukul 22.30 WITA.
Mereka adalah HPR alias Cokeng (45) dan CA alias Riri (30). Keduanya diduga kuat sebagai pelaku penyalahgunaan dan pengedar narkotika jenis sabu-sabu.
Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas mencolok di rumah tersebut.
“Kami mendapat laporan dari warga yang bisa dipercaya, lalu segera menindaklanjuti dengan penyelidikan dan penggerebekan di lokasi,” ujar Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing.
Dalam penggeledahan di lokasi, polisi menemukan 8 bungkus plastik bening berisi kristal putih diduga sabu dengan berat bruto 23,30 gram. Barang tersebut disembunyikan dalam dua bungkus rokok merek Garet.
Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa: 3 plastik klip kosong; 1 sendok plastik merah muda; 1 sedotan runcing; timbangan digital; 2 unit ponsel Vivo warna biru dan merah; dan 1 bal sabu yang sebelumnya telah dibagi untuk diedarkan.
Tersangka cokeng mengaku sabu tersebut diperoleh dengan sistem “jejak” atas arahan dari seseorang yang identitasnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Setelah menerima sabu dalam jumlah besar, ia lalu menyerahkan sebagian kepada Chairil untuk disimpan dan dijual kembali.
Kedua pelaku saat ini diamankan di Mapolres Bontang dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atau bahkan seumur hidup, mengingat barang bukti melebihi 5 gram.
Kapolres Bontang menegaskan komitmen kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di Kota Taman. “Ini peringatan keras bagi siapa pun yang masih bermain-main dengan narkoba. Tidak akan ada ruang di Bontang bagi para pengedar dan bandar,” tegasnya.
Kegiatan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Polisi mengapresiasi laporan warga yang menjadi pintu masuk pengungkapan kasus ini.
Saat ini, penyidik tengah melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar di balik pasokan sabu tersebut. [IR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














Comments 7