PERISTIWA tak biasa itu terjadi di wilayah Samarinda Seberang, Kalimantan Timur (Kaltim). Petugas Damkar Posko 5 Regu 1 dibuat geleng-geleng kepala ketika seorang pria berinisial R (30) datang sendiri meminta pertolongan.
R datang dengan permintaan yang membuat petugas sempat terdiam: meminta bearing motor yang tersangkut di alat kelaminnya dipotong.
“Awalnya dia datang sendiri ke posko. Dia malu-malu, tapi langsung bilang minta tolong dipotongkan bearing yang nyangkut di kemaluannya,” ujar petugas Damkar Posko 5 Samarinda Seberang, Novan, Sabtu (23/5/2026).
Meski masih bisa berjalan, kondisi korban disebut sudah sangat kesakitan. Jalannya tertatih akibat pembengkakan yang semakin membesar.
Petugas lalu melakukan pemeriksaan awal. Hasilnya membuat mereka terkejut.
Kulit bagian dalam disebut mulai terkupas dan menempel pada bagian luar bearing. Warna alat kelamin korban juga berubah kemerahan akibat tekanan yang terlalu lama.
“Waktu saya periksa itu kulit bagian dalamnya sudah mulai terkupas dan menempel di bearing bagian luar. Jadi memang sudah serius sekali,” katanya.
Bearing yang digunakan ternyata bukan laher utuh, melainkan rumah bearing roda motor berukuran kira-kira sebesar jempol tangan.
Kondisinya masih mengkilat meski disebut barang bekas. Petugas sempat mencoba melakukan penanganan awal di lokasi. Namun situasi korban dinilai terlalu berisiko.
Damkar akhirnya berkoordinasi dengan Rumah Sakit Hermina Samarinda agar korban segera mendapat tindakan medis.
Keputusan itu ternyata tepat.
Setelah diperiksa dokter spesialis, korban harus menjalani operasi besar karena pembengkakan yang terlalu lama menyebabkan gangguan serius pada pembuluh darah.
“Setelah observasi dari dokter spesialis, korban akhirnya harus menjalani operasi besar karena ada pembuluh darah yang harus disambung akibat pembengkakan yang sudah sangat serius,” ujar Novan.
Dari pengakuannya kepada petugas, R mengaku memasang bearing tersebut hanya karena iseng. Namun setelah alat itu tersangkut, ia memilih diam dan tidak mencari bantuan medis.
Korban juga tidak memberi tahu keluarganya. Petugas memperkirakan bearing sudah melilit lebih dari 10 hari melihat kondisi pembengkakan yang terjadi.
“Kalau dilihat dari pembengkakannya itu kemungkinan sudah lebih dari 10 hari. Dia juga tidak cerita ke keluarganya. Pas keluarganya kami hubungi mereka juga kaget,” ungkap Novan.
Selama itu pula korban disebut terus menahan rasa sakit. Ia mulai kesulitan buang air kecil dan beberapa kali mengeluh nyeri saat diperiksa petugas.
“Dia sebenarnya menahan sakit. Tapi pas diperiksa dia bilang sakit terus,” katanya.
Belakangan, keluarga mengungkap korban ternyata memiliki riwayat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Meski sehari-hari masih dapat bekerja dan berkomunikasi normal, keluarga menyebut korban kadang mengalami kekambuhan.
“Keluarganya bilang memang ada riwayat ODGJ dan pegang kartu kuning. Mungkin pas kambuh itu dia melakukan hal tersebut,” pungkas Novan. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














