Pranala.co, BONTANG – Rasa cemas menyelimuti warga Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara. Jembatan darurat dari kayu yang menjadi satu-satunya akses penghubung ke wilayah Dewa-Dewa kini dalam kondisi memprihatinkan. Bukan hanya lapuk dan miring, jembatan ini bahkan sudah menelan korban jiwa.
Maya, warga RT 16 Guntung, mengaku sudah banyak kejadian warga yang celaka saat melintas di jembatan tersebut. Ia sendiri memilih tidak lagi melewati jalur itu karena terlalu berisiko.
“Sudah banyak korban di jembatan darurat dari kayu itu. Saya saja tidak berani lewat. Setidaknya ada tiga orang yang pernah jatuh ke sungai. Apalagi di sungai itu pernah terlihat buaya saat air naik,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Menurut Maya, sebenarnya ada satu jembatan darurat lain di sisi sebelahnya, tapi kondisinya juga tak jauh berbeda. Jalur menuju jembatan itu masih berupa tanah, licin saat hujan, dan rawan tergelincir.
“Jalan itu penting sekali. Warga tetap lewat sini karena jalur ini lebih dekat ke kota dibanding lewat Jalan Pupuk Raya. Kalau di Guntung banjir, jalur ini juga masih bisa dilalui,” tambahnya.
Cerita serupa datang dari Ikbal, warga RT 10. Ia hampir menjadi korban saat melintas malam hari di jembatan tersebut sebulan lalu.
“Saya hampir jatuh malam-malam waktu lewat situ. Untung motor dan badan saya tersangkut di tiang jembatan yang miring. Kalau tidak, mungkin saya sudah jatuh ke sungai,” kisahnya.
Menurut Ikbal, setiap malam jembatan itu gelap tanpa penerangan. Beberapa papan sudah copot, sebagian lagi rapuh. Jika tak segera diperbaiki, ia khawatir akan ada korban berikutnya.
Desakan warga pun semakin keras. Mereka berharap Pemerintah Kota Bontang segera membangun jembatan permanen di jalur penghubung tersebut.
Selain menjadi akses utama warga menuju pusat kota, jalur itu juga penting bagi aktivitas ekonomi warga sekitar. Mulai dari pekerja, pelajar, hingga pedagang kecil setiap hari melintas di jembatan itu.
“Kami tidak minta yang mewah, yang penting aman. Jangan tunggu ada korban lagi baru diperhatikan,” ucap Maya lirih.
Warga Guntung menilai pembangunan jembatan permanen bukan lagi kebutuhan tambahan, tapi sudah menjadi prioritas keselamatan publik. Dengan kondisi jembatan yang semakin rapuh, mereka berharap pemerintah segera turun tangan sebelum bencana benar-benar terjadi. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















