Pranala.co, SAMARINDA – Hanya karena utang Rp300 ribu, warga Jalan Kelapa Gading, Kelurahan Karang Anyar, Samarinda, nyaris kehilangan nyawa. Pelaku, seorang pria berinisial DA (48), nekat mengayunkan tombak ke arah korban, Sabtu (26/7/2025) dini hari.
Keributan bermula dari tagihan utang yang tertunggak. Korban, yang diketahui meminjamkan uang sebesar Rp300 ribu kepada DA, datang ke rumah pelaku untuk menagih. Sesuai kesepakatan, utang itu seharusnya dibayar secara angsur: Rp15 ribu per hari selama 24 hari.
Namun, karena DA belum membayar selama seminggu, korban datang dengan nada tinggi. Merasa tersinggung, DA sempat memukul kotak dekat pintu rumah sebagai bentuk gertakan.
Korban malah membalas, “Kurang kuat itu, Pak. Pukul saya saja!”
Emosi DA langsung memuncak. Ia menarik baju korban, hingga berujung saling dorong. Korban sempat memukul wajah pelaku, hingga DA masuk ke dalam rumah dan mengambil senjata tajam berupa tombak.
Tombak itu kemudian diayunkan ke arah kaki korban. Korban berusaha menangkis dengan tangan kosong. Akibatnya, jari tangan kirinya terluka.
Mendapat laporan dari warga, piket Reskrim dan fungsi lainnya dari Polsek Sungai Kunjang langsung mendatangi lokasi. Tim dipimpin langsung oleh Pawas Iptu Ari Kadaryono, SH.
Setiba di tempat kejadian, polisi membubarkan kerumunan warga dan mengamankan DA. Senjata tajam jenis tombak juga turut disita sebagai barang bukti.
Saat diinterogasi, DA mengakui tombak tersebut miliknya dan membenarkan seluruh kronologi kejadian.
Kapolsek Sungai Kunjang, AKP Yohanes Bonar Adiguna, membenarkan insiden tersebut.
“Pelaku sudah kami amankan. Saat ini masih dalam proses pendalaman. Barang bukti berupa tombak juga sudah diamankan,” tegasnya.
Ia mengingatkan, pihak kepolisian tak akan mentolerir tindakan kekerasan, apalagi yang melibatkan senjata tajam.
“Kami sudah sering mengimbau. Jika ditemukan ada perbuatan pidana, pasti kami tindak tegas,” ujar Kapolsek. (son)















