
Pranala.co, SAMARINDA – Ratusan warga yang tergabung dalam Kalekale Kalimantan Timur (KKT) dan Forum Masyarakat Peduli Mahakam Ulu (Formas PM) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Rabu (28/5).
Aksi damai ini membawa aspirasi masyarakat Mahakam Ulu yang selama ini merasa tertinggal dalam pembangunan, khususnya infrastruktur dasar.
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menerima langsung massa aksi, didampingi sejumlah anggota Komisi III DPRD Kaltim, yakni Subandi, Sugiyono, Jahidin, dan Baharuddin Muin. Aparat Polresta Samarinda juga turut mengamankan jalannya aksi.
Dalam aksinya, Formas PM menyuarakan lima tuntutan utama:
- DPRD Kaltim diminta menggunakan hak anggaran dan pengawasan secara maksimal untuk pembangunan Mahakam Ulu.
- Penyelesaian jalan darat yang layak dan aman ke seluruh wilayah Mahakam Ulu, terutama Long Apari dan perbatasan.
- Transparansi anggaran dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan proyek.
- Pendirian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai simbol kedaulatan NKRI.
- Peningkatan kualitas SDM lewat pendidikan dan pelatihan keahlian.
Menanggapi tuntutan tersebut, Hasanuddin menegaskan dukungannya terhadap perjuangan warga Mahakam Ulu.
“Jangan biarkan Mahakam Ulu tertinggal. Infrastruktur dasar seperti jalan dan fasilitas umum harus segera dibangun. Program Gaspol Gubernur sangat penting, tapi kesehatan dan akses juga harus dibenahi. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD Kaltim siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Mahakam Ulu dalam pembahasan anggaran, termasuk melalui APBD Perubahan 2026.
Dukungan juga disampaikan Anggota Komisi III, Jahidin. Ia menyatakan Mahakam Ulu akan masuk skala prioritas meski merupakan kabupaten termuda di Kaltim.
“Anggaran triliunan disebar ke seluruh daerah. Tapi Mahakam Ulu tetap akan kita bantu. Kebersamaan ini akan terus kami jaga,” ucap Jahidin.
Di akhir pertemuan, Hasanuddin menegaskan bahwa DPRD Kaltim terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan masyarakat.
“Apa yang disampaikan Formas PM ini adalah aspirasi penting. Kami tidak tutup mata terhadap tantangan Mahakam Ulu. Dari isolasi, kesulitan air dan listrik, hingga bencana banjir. Insya Allah, beberapa persoalan akan kami perjuangkan bersama,” pungkasnya.
Ia juga berjanji akan menjadwalkan pertemuan lanjutan bersama Formas PM untuk mematangkan solusi dan langkah konkret. [ADS/RE]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















