BALIKPAPAN, Pranala.co – Kalimantan Timur alias Kaltim tak lagi ingin hanya jadi pasar. Tapi jadi produsen. Bukan cuma batu bara dan kelapa sawit. Tapi juga film. Animasi dan gim.
Langkah pertamanya workshop. Di sebuah ruangan hotel di Balikpapan, Rabu (28/5). Diikuti 20 anak muda. Mereka adalah calon kreator.
Mereka diajari langsung para praktisi dan akademisi. Bukan sekadar mendengar teori. Tapi diberi arah—bagaimana membangun karya dan jejaring.
“Workshop ini bagian dari upaya kami meningkatkan kualitas SDM pelaku ekonomi kreatif, khususnya di subsektor film, animasi, dan game,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi.
Ririn tahu, karya tanpa pasar akan mati. Maka para peserta tak hanya dibekali keterampilan teknis. Tapi juga diajari bagaimana membangun komunitas. Menemukan celah pasar. Dan menjadikan kreativitas sebagai bisnis yang berkelanjutan.
“Supaya mereka bisa menghasilkan produk yang tidak hanya bagus, tapi juga berumur panjang,” ujarnya.
Workshop ini memang bukan kelas biasa. Ia seperti inkubator bisnis mini. Dinas Pariwisata tak berhenti setelah pelatihan selesai. Tapi juga menjanjikan pendampingan. Monitoring. Bahkan fasilitasi lanjutan melalui Komite Ekonomi Kreatif.
“Kami ingin tahu sejauh mana peserta berkembang. Kalau berhasil, mereka juga bisa berbagi ilmu ke teman-temannya. Agar tumbuh bersama,” jelas Ririn.
Harapannya besar. Dari workshop kecil ini, lahir pembuat animasi kelas dunia. Developer game lokal yang mendunia. Dan sineas Kaltim yang tayang di layar-layar festival film internasional.
“Itulah kenapa kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berjalan setiap tahun,” tutup Ririn. [SR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















