RUANG Disdamkartan Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim)mendadak sibuk bukan main. Dalam waktu kurang dari 24 jam, Tim Rescue Regu 3 Mako harus berkejaran dengan waktu untuk mengamankan tiga ancaman keselamatan warga sekaligus.
Mulai dari teror ular berbisa di dalam rumah, pohon rawan tumbang, hingga kemunculan kadal raksasa. Semua terjadi dalam satu hari, tepatnya Jumat, 3 Juli 2026.
Aksi menegangkan pertama dimulai di Jalan Damai, Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat. Sebuah pesan WhatsApp darurat masuk, melaporkan adanya ular kobra yang bersembunyi di balik dinding dapur rumah warga.
Menerima laporan tersebut, petugas bergerak cepat menuju lokasi. Atas izin pemilik rumah, tim terpaksa membongkar sebagian dinding semen tempat ular jenis Cobra Naja Sumatra itu bersembunyi.
Suasana sempat tegang karena sifat agresif ular berbisa ini. Beruntung, dengan ketelitian tinggi, reptil mematikan tersebut berhasil dievakuasi tanpa ada korban luka.
“Evakuasi satwa berbisa seperti kobra membutuhkan ketelitian dan prosedur yang tepat agar tidak membahayakan warga maupun personel,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasional Disdamkartan Kota Bontang, Pujianto.
Belum sempat melepas lelah, tim rescue langsung meluncur ke kawasan Selat Alor 2, Kelurahan Tanjung Laut. Kali ini, musuh mereka adalah sebatang pohon besar yang kondisinya sudah sangat kritis dan rawan tumbang ke jalan raya.
Menggunakan mobil operasional rescue dan gergaji mesin (chainsaw), petugas memangkas dahan-dahan berat yang mengancam keselamatan pengguna jalan. Langkah mitigasi ini sukses mengamankan area sebelum badai atau angin kencang melanda.
Drama ternyata belum selesai. Siang harinya, layanan darurat 113 kembali berdering. Warga di Jalan Pattimura melaporkan dua ekor biawak berukuran jumbo masuk ke pekarangan rumah mereka.
Satu ekor biawak sempat terjebak di area belakang rumah sebelum akhirnya diringkus oleh petugas menggunakan peralatan khusus. Hewan tersebut langsung diamankan ke Pos Jaga Mako untuk penanganan lebih lanjut.
Rentetan aksi penyelamatan dalam sehari ini menjadi ujian perdana yang manis bagi Pujianto. Ia baru saja resmi dilantik memimpin Bidang Pengendalian Operasional Disdamkartan Bontang,1 Juli 2026.
Pujianto menegaskan bahwa kecepatan merespons laporan adalah harga mati bagi jajarannya demi memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Kota Bontang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani satwa liar sendiri. Segera hubungi Damkar agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman,” tutup Pujianto. [RED]


















