PERJUANGAN ribuan pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sekolah Rakyat untuk mengubah nasib segera memasuki babak penentuan. Setelah melewati fase administrasi yang panjang, mereka kini bersiap menghadapi Seleksi Kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan bahwa tahapan krusial ini akan resmi bergulir mulai 13 Juli 2026 mendatang. Lewat sistem komputerisasi ini, semua peserta dijanjikan peluang yang sama tanpa celah untuk bermain curang.
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho, menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas kompetisi ini. Seleksi ini murni menggunakan sistem merit untuk menyaring tenaga pendidik terbaik.
Proses seleksi dipastikan berjalan transparan, objektif, dan akuntabel demi rasa keadilan seluruh peserta. Langkah ini juga menjadi bagian penting dari implementasi amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Semua diatur ketat berdasarkan regulasi terbaru, termasuk PermenPANRB dan Peraturan BKN terkait prosedur teknis ujian CAT,” ujar Wisudo di Kantor BKN Pusat, Jakarta.
Untuk menampung gelombang peserta yang tersebar di berbagai daerah, BKN bergerak cepat menyediakan fasilitas yang memadai. Sebanyak 42 titik lokasi ujian telah disiapkan dan siap beroperasi penuh secara paralel.
Fasilitas ujian tersebut terbagi ke dalam dua kategori utama demi memudahkan aksesibilitas para pelamar:
- 35 Titik Lokasi Internal BKN: Meliputi Kantor BKN Pusat, seluruh Kantor Regional (Kanreg), hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN di berbagai daerah.
- 7 Titik Lokasi Mandiri Instansi: Lokasi strategis tambahan yang disediakan khusus oleh instansi terkait demi mengurai penumpukan peserta.
Berdasarkan lini masa resmi, jadwal Seleksi Kompetensi PPPK Sekolah Rakyat ini akan berlangsung hingga 27 Juli 2026. Dengan durasi ujian selama 15 hari, BKN optimis proses penyaringan berjalan tanpa kendala teknis.
Mengingat ketatnya manajemen waktu dalam sistem CAT, BKN meminta seluruh pelamar untuk tidak meremehkan aspek kedisiplinan. Kelalaian kecil dalam membaca jadwal bisa berakibat fatal bagi status kepesertaan.
Peserta diwajibkan hadir di lokasi ujian paling lambat 60 menit sebelum sesi dimulai. Waktu satu jam tersebut sangat krusial untuk proses verifikasi dokumen, pencocokan data identitas, hingga pemberian tutorial singkat penggunaan komputer ujian.
“Kami berharap para peserta terus memantau kanal informasi resmi, menjaga kondisi fisik, dan mempersiapkan materi ujian dengan matang,” pungkas Wisudo.
Penyelenggaraan seleksi berbasis teknologi ini diharapkan mampu menyaring sumber daya manusia (SDM) terbaik. Guru-guru berkualitas yang terpilih nantinya akan memegang peran besar dalam mendongkrak mutu pendidikan di Sekolah Rakyat seluruh Indonesia. [RED]
















