KETIKA ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) masih identik dengan batu bara dan migas, geliat baru justru tumbuh dari studio musik kecil, kedai kopi, ruang kreatif, hingga pengembang gim lokal. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat kontribusi sektor ekonomi kreatif daerah mencapai 6,9 persen sepanjang 2025.
Angka itu mengemuka dalam agenda Penguatan Strategi Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah (Rindekrafda) 2026–2030 yang digelar Dinas Pariwisata Kaltim di Temindung Creative Hub, Samarinda, Rabu (13/5/2026).
Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni mengatakan ekonomi kreatif mulai menunjukkan kemandirian dan perlahan tidak lagi bergantung penuh pada dukungan anggaran pemerintah. Sektor kuliner, fesyen, dan kriya masih menjadi penyumbang terbesar, tetapi perkembangan industri musik dan digital mulai menarik perhatian.
“Ketika ekonomi kreatif tumbuh mandiri, ia bisa menjadi mesin ekonomi baru daerah. Pemerintah sekarang fokus memastikan ekosistemnya kuat, termasuk bahan baku dan kualitas SDM,” kata Sri.
Pemerintah kini mendorong sertifikasi profesi bagi pelaku kreatif seperti fotografer, videografer, hingga barista. Langkah itu dinilai penting agar produk dan jasa kreatif lokal memiliki standar kompetensi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Di tengah upaya diversifikasi ekonomi daerah pasca-Ibu Kota Nusantara (IKN), sektor kreatif mulai dipandang sebagai ruang baru bagi anak muda Kaltim. Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim Awang Khalik menyebut sejumlah karya lokal bahkan sudah menembus pasar global.
“Sudah ada pengembang gim dan aplikasi dari Penajam Paser Utara yang produknya masuk pasar Eropa. Di musik juga mulai berkembang,” ujarnya.
Salah satu yang disorot ialah grup musik Murphy Radio. Band asal Kaltim itu mendapat apresiasi dalam ajang Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2025 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan dijadwalkan menjalani tur ke China pada September mendatang.
Menurut Awang, capaian tersebut menjadi penanda bahwa ekosistem inkubasi kreatif mulai menghasilkan dampak nyata. Pemerintah berharap pelaku yang sudah berkembang dapat membimbing startup dan komunitas baru agar industri kreatif Kaltim tidak tumbuh sesaat. [TIA]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















