• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Mei 24, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Rupa

Tentang Tiga Mi Instan; Supermi, Indomie, dan Sarimi yang Belum Banyak Diketahui

Suriadi Said by Suriadi Said
21 Mei 2021 | 21:01
Reading Time: 4 mins read
1
Tentang Tiga Mi Instan; Supermi, Indomie, dan Sarimi yang Belum Banyak Diketahui
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Usai kalah perang, Jepang kekurangan pangan. Penduduk mengantri di tempat-tempat pembagian makanan. Salah satunya di belakang Stasiun Kereta Osaka. Seorang pengusaha, Momofuku Ando (1911-2007), melihat banyak orang mengantri mi soba di sana.

Ando pun berpikir bagaimana caranya mengatasi kekurangan pangan? Betapa praktisnya bila ada makanan yang mengenyangkan dan dapat disimpan lama. Sehingga, rakyat Jepang yang sedang kelaparan dapat memperoleh pangan secara mudah dan cepat. Jenis makanan tersebut juga mudah dibawa dan didistribusikan ke daerah yang memerlukan sebagai bantuan pangan darurat.

PILIHAN REDAKSI

Bandara Ujoh Bilang Mahulu Hampir Rampung, Siap Diresmikan Awal Februari 2026

Bandara Ujoh Bilang Mahulu Hampir Rampung, Siap Diresmikan Awal Februari 2026

8 Januari 2026 | 09:26
Sektor Jasa dan Kuliner Melesat di Bontang Usaha Rumah Makan dan Kesehatan Meroket di Bontang Dijamin Legal! Solaria Bontang Penuhi Syarat NIB dan KBLI Kategori Restoran

Sektor Jasa dan Kuliner Melesat di Bontang

8 November 2025 | 18:43

“Pilihan jatuh pada mi. Ide tersebut tidak disangka kelak akan melahirkan industri raksasa yang dikenal dengan nama Nissin,” tulis F.G. Winarno dalam Mi Instan: Mitos, Fakta, dan Potensi.

Setelah melalui percobaan selama beberapa bulan, akhirnya Ando memasarkan mi instan pertamanya pada 25 Agustus 1958.

Jepang mengekspor mi instan termasuk ke Indonesia. Baru pada 1969, perusahaan mi instan pertama didirikan di Indonesia. “Pabrik super mie Indonesia yang pertama diresmikan di Cijantung. Seperti apa yang kita kenal, super mie dari Jepang itulah yang akan dihasilkan oleh pabrik yang pendiriannya merupakan usaha joint venture dengan Jepang,” demikian laporan Kompas, 17 Juli 1969.

Perusahaan itu, PT Lima Satu Sankyo Industri Pangan merupakan kerja sama perusahaan Jepang, Sankyo Shokuhin Kabushiki Kaisha dengan PT Lima Satu milik Sjarif Adil Sagala dan Eka Widjaja Moeis. Perusahaan Jepang tersebut mendapat izin dari pemerintahnya untuk menanamkan modal di Indonesia pada 28 Desember 1968. Join venture ini bagian dari proyek Penanaman Modal Asing setelah dibukanya keran investasi asing dengan UU No. 1 tahun 1967.

Modal investasinya sebesar $401.274 dolar AS dengan perbandingan modal: 90 persen (Jepang) dan 10 persen (Indonesia). Modal Indonesia akan ditingkatkan setiap tahun. Data terakhir menunjukkan perbandingan modalnya: Sjarif Adil Sagala (65 persen), Eka Widjaja Moeis (25 persen), dan Sankyo Shokuhin Kabushiki Kaisha (15 persen).

Biasanya, mereka yang bisa bekerja sama dengan perusahaan Jepang, memiliki masa lalu yang berhubungan dengan Negeri Sakura itu. Eka Widjaja Moeis (bukan Eka Tjipta Widjaja, pendiri grup Sinar Mas) belum diketahui. Sedangkan Sjarif Adil Sagala kemungkinan mantan mahasiswa yang pernah belajar di Jepang. Dia salah seorang korban selamat dari bom atom yang menghancurkan Hiroshima.

Pembangunan pabrik kurang lebih satu tahun. Mesin dan bahan-bahan lainnya diimpor dari Jepang. Pekerjanya 70 orang Indonesia dan tiga ahli dari Jepang. Kapasitas produksinya 50 ribu bungkus per hari. Di Jepang sendiri pabriknya menghasilkan 6 juta bungkus per hari.

Irjen Departemen Perindustrian Brigjen TNI Barkah Tirtadijaya meresmikan pabrik itu pada Rabu pagi, 16 Juli 1969 di Ciracas, Cijantung, Jakarta Timur. Dalam sambutannya mewakili Menteri Perindustrian, Barkah mengatakan “akhir-akhir ini kita sudah mengenal super mie yang diimpor dari Jepang. Dengan didirikannya pabrik super mie ini di Indonesia, maka kita dapat menghemat devisa. Di samping itu, kita membuka lapangan kerja baru dan sekaligus mendidik tenaga ahli dalam bidang bersangkutan.”

Dengan demikian, PT Lima Satu Sankyo Industri Pangan resmi memproduksi mi instan pertama di Indonesia dengan merek Supermi.

Di samping untuk diedarkan ke seluruh Indonesia, Supermi juga diekspor. Majalah Ekspres, 21 Desember 1970, menyebut harga per bungkus Supermi dari pabrik Rp22,50 dan di pasaran Rp25. Daerah pasaran terkuat di Jawa Barat dan Sumatera Selatan.

Tak lama kemudian, pada 1970, Supermi mendapatkan pesaing: Indomie. Indomie diproduksi oleh PT Sanmaru Food Manufacturing dari Grup Jangkar Jati milik Djajadi Djaja dan kawan-kawannya. Indomie didistribusikan oleh PT Wicaksana Overseas Import, milik Djajadi Djaja.

Supermie dan Indomie bersaing di pasaran sampai datang merek baru: Sarimi. Salim Group mendirikan PT Sarimi Asli Jaya yang mulai memproduksi Sarimi pada awal 1980-an.

Menurut Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto, kisah bagaimana Salim Group menjadi raksasa mi instan mencerminkan kekuatan kelompok ini, bukan kepeloporannya. Langkah Salim Group memasuki industri mi didorong oleh kelangkaan beras pada akhir tahun 1970-an. Pada 1978, pemerintah menghabiskan 600 juta dolar AS untuk mengimpor beras. Pada saat yang sama, pegawai negeri dan tentara digaji sebagian dengan jatah beras.

“Salim Group memasuki bisnis mi dengan maksud memasok mi bagi prajurit dan pegawai negeri sehingga akan ada lebih banyak beras bagi masyarakat,” tulis Richard dan Nancy.

Pemerintah bahkan meminta Bogasari, pabrik penggilingan gandum milik Salim Group, untuk mengkampanyekan terigu sebagai pengganti beras. Iklan tentang kelebihan mi dan roti ditayangkan di televisi dan bioskop.

Salim Group pun memasuki bisnis mi dengan ambisius: memesan 20 lini produksi dari Jepang, setiap lini bisa memproduksi 100 juta bungkus mi instan per tahun. Ternyata, mereka salah perhitungan karena produksi beras membaik. Bahkan, Indonesia swasembada beras sehingga Presiden Soeharto mendapat penghargaan dari FAO.

Dihadapkan pada kapasitas produksi yang berlebih, Salim Group mendekati Indomie yang membeli tepung dari Bogasari. “Namun, Djajadi tidak menginginkan lini itu, yang berbeda operasi dengan lini Indomie miliknya, jadilah Sarimi bertarung dengan Indomie,” tulis Richard dan Nancy.

Salim Group menyediakan 10 juta dolar AS untuk memasarkan Sarimi dan memasang harga di bawah Indomie dan Supermi. Hasilnya, dalam setahun Sarimi menguasai 40 persen pasar. Djajadi merasakan keperkasaan Salim Group.

Salim Group pun kembali mendekati Djadjadi. “Selama Orde Baru, para saingan bisnis kadang-kadang berkesimpulan bahwa tidak ada gunanya menolak tawaran Salim,” tulis Richard dan Nancy.

Djajadi menyerah. Jika tidak bergabung, perang akan panjang. Pada 1984, mereka membentuk perusahaan patungan: PT Indofood Interna. Pembagian sahamnya: Djajadi (57,5 persen) dan Salim Group (42,5 persen).

“Dalam dua tahun perkawinan antara Indomie dan Sarimi,” tulis Richard dan Nancy, “usaha patungan itu sudah cukup kuat untuk mengakuisi merek terkenal lain, Supermi.”

Pada 1986, Supermi diambil alih setelah perusahaannya kisruh dan produksinya menurun. Pabriknya di Cijantung dijadikan pabrik Sarimi. Sedangkan pabrik di Tangerang dijadikan tempat memproduksi Indomie.

Mantan pemilik Supermi, Sjarif Adil Sagala dan Eka Widjaja Moeis, kembali ke bisnis mi dengan mendirikan PT Asia Inti Selera. Mereknya Mikita, Hahamie, dan andalannya mi telor merek Ayam 2 Telor. Namun, perusahaan itu kemudian diakuisi oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.

Dalam perjalanannya, menurut Richard dan Nancy, kontrol perusahaan PT Indofood Interna bergeser dari Djajadi ke Salim Group. Bahkan, Salim Group berhasil menguasai seluruh perusahaan itu. Setelah rezim Soeharto jatuh, pada Desember 1998 Djajadi menggugat Indofood. Dia mengaku dipaksa keluar dari usaha patungan dan menjual sebelas merek dagang, termasuk Indomie dan Chiki, di bawah tekanan dengan harga tidak masuk akal. Dia menuntut ganti rugi sebesar Rp620 miliar. Gugatannya gagal hingga upaya hukum terakhir di Mahkamah Agung.

Salim Group pun mendominasi pasar mi instan dengan tiga merek, terutama Indomie yang paling dikenal masyarakat. Mi instan menjadi mesin uang. Pada 1994, tahun Indofood tercatat di lantai bursa, Salim Group menguasai hampir 80 persen pasar mi di Indonesia: Indomie (60,3 persen), Supermi (7,8 persen), Sarimi (6,7 persen), dan merek-merek lain (4 persen). Pada tahun itu juga, Indofood menjadi produsen mi instan terbesar di dunia, mengalahkan Nissin Food Products yang pendirinya Momofuku Ando menemukan mi instan pada 1958. [red]

Tags: breaking newsHeadlineKulinerMi InstanSejarah
Previous Post

Urus Kartu Kuning di Bontang bakal Mudah dengan Aplikasi Daring

Next Post

Kunjungi Danau Kanaan, Pastikan Kelaikan Air Baku

BACA JUGA

Aturan Baru Masuk SD 2026: Tak Wajib TK dan Dilarang Tes Calistung

Aturan Baru Masuk SD 2026: Tak Wajib TK dan Dilarang Tes Calistung

22 Mei 2026 | 22:55
Film Pesta Babi “Menampar” Jurnalis Bontang: Papua Dibungkam, Media Terlalu Takut?

Film Pesta Babi “Menampar” Jurnalis Bontang: Papua Dibungkam, Media Terlalu Takut?

22 Mei 2026 | 18:40
10 Desa Wisata Berebut Takhta Terbaik Kaltim 2026, Siapa Paling Siap Mendunia? Eks Bandara Temindung Samarinda Berubah Wajah, Kini jadi Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda Kaltim

10 Desa Wisata Berebut Takhta Terbaik Kaltim 2026, Siapa Paling Siap Mendunia?

22 Mei 2026 | 16:34
Kaltim Masih Diguyur Hujan hingga Akhir Mei, Peluangnya 80 Persen

Kaltim Masih Diguyur Hujan hingga Akhir Mei, Peluangnya 80 Persen

21 Mei 2026 | 23:22
TMMD Bontang Tuntas, Jalan hingga Rumah Warga Dibedah 30 Hari

TMMD Bontang Tuntas, Jalan hingga Rumah Warga Dibedah 30 Hari

21 Mei 2026 | 21:37
Penggiat Seni Kaltim Gelar Aksi Damai, Minta Ruang Pertunjukan Gratis Disediakan

Penggiat Seni Kaltim Gelar Aksi Damai, Minta Ruang Pertunjukan Gratis Disediakan

20 Mei 2026 | 15:03
Next Post
Kunjungi Danau Kanaan, Pastikan Kelaikan Air Baku

Kunjungi Danau Kanaan, Pastikan Kelaikan Air Baku

Comments 1

  1. Ping-balik: 1 Dus Mi Instan Dijual Rp 1 Juta di Pedalaman Papua - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

18 Mei 2026 | 09:01
Vila di Atas Laut Mulai Ditertibkan, Pemprov Kaltim Khawatir Pesisir Rusak

Vila di Atas Laut Mulai Ditertibkan, Pemprov Kaltim Khawatir Pesisir Rusak

22 Mei 2026 | 21:35
Perda soal Kuota Tenaga Kerja Lokal 80:20 di Kutim Mandul? VIDEO: Pekerja Lokal Dirumahkan, Massa Datangi Pama hingga Kantor Bupati Kutim BREAKING NEWS: Diduga PHK Pekerja Lokal Kutim, PT Pama Didemo Besar-besaran di Sangatta

BREAKING NEWS: Diduga PHK Pekerja Lokal Kutim, PT Pama Didemo Besar-besaran di Sangatta

20 Mei 2026 | 10:16
Menu MBG Belum Datang hingga Siang, Siswa SDN 33 Kalamasue Pangkep Terpaksa Pulang

Menu MBG Belum Datang hingga Siang, Siswa SDN 33 Kalamasue Pangkep Terpaksa Pulang

19 Mei 2026 | 00:23
Warga Bontang Bisa Foto ASN Keluyuran saat Jam Kerja, TPP Terancam Ditahan Duh! ASN Bontang Nongkrong di Kafe saat Jam Kerja

Warga Bontang Bisa Foto ASN Keluyuran saat Jam Kerja, TPP Terancam Ditahan

19 Mei 2026 | 11:38

Terbaru

Banjir Hantui Bontoa Raya Pangkep, Warga Dekat Industri Hidup dalam Ketakutan

Banjir Hantui Bontoa Raya Pangkep, Warga Dekat Industri Hidup dalam Ketakutan

24 Mei 2026 | 00:33
Samboja Lestari Kaltim Dikepung Tambang, Rumah 111 Orang Utan di IKN Terancam

Samboja Lestari Kaltim Dikepung Tambang, Rumah 111 Orang Utan di IKN Terancam

24 Mei 2026 | 00:14
64 Perusahaan di Kaltim Kena Rapor Merah Lingkungan, Tambang dan Sawit Mendominasi

64 Perusahaan di Kaltim Kena Rapor Merah Lingkungan, Tambang dan Sawit Mendominasi

23 Mei 2026 | 23:57
Andi Harun Bantah Dalangi Aksi 215: Ada Upaya Adu Domba dengan Gubernur Kaltim RUPS Bankaltimtara Diprotes, Samarinda Tolak Penunjukan Komisaris Utama

Andi Harun Bantah Dalangi Aksi 215: Ada Upaya Adu Domba dengan Gubernur Kaltim

23 Mei 2026 | 23:09
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

cuaca 898100176

cuaca 898100177

cuaca 898100178

cuaca 898100179

cuaca 898100180

cuaca 898100181

cuaca 898100182

cuaca 898100183

cuaca 898100184

cuaca 898100185

cuaca 898100186

cuaca 898100187

cuaca 898100188

cuaca 898100189

cuaca 898100190

cuaca 898100191

cuaca 898100192

cuaca 898100193

cuaca 898100194

cuaca 898100195

article 710000191

article 710000192

article 710000193

article 710000194

article 710000195

article 710000196

article 710000197

article 710000198

article 710000199

article 710000200

article 710000201

article 710000202

article 710000203

article 710000204

article 710000205

article 710000206

article 710000207

article 710000208

article 710000209

article 710000210

article 710000211

article 710000212

article 710000213

article 710000214

article 710000215

article 710000216

article 710000217

article 710000218

article 710000219

article 710000220

article 710000221

article 710000222

article 710000223

article 710000224

article 710000225

article 710000226

article 710000227

article 710000228

article 710000229

article 710000230

article 710000231

article 710000232

article 710000233

article 710000234

article 710000235

article 710000236

article 710000237

article 710000238

article 710000239

article 710000240

article 710000241

article 710000242

article 710000243

article 710000244

article 710000245

article 710000246

article 710000247

article 710000248

article 710000249

article 710000250

artikel 338000001

artikel 338000002

artikel 338000003

artikel 338000004

artikel 338000005

artikel 338000006

artikel 338000007

artikel 338000008

artikel 338000009

artikel 338000010

artikel 338000011

artikel 338000012

artikel 338000013

artikel 338000014

artikel 338000015

artikel 338000016

artikel 338000017

artikel 338000018

artikel 338000019

artikel 338000020

artikel 338000021

artikel 338000022

artikel 338000023

artikel 338000024

artikel 338000025

artikel 338000026

artikel 338000027

artikel 338000028

artikel 338000029

artikel 338000030

artikel 338000031

artikel 338000032

artikel 338000033

artikel 338000034

artikel 338000035

artikel 338000036

artikel 338000037

artikel 338000038

artikel 338000039

artikel 338000040

artikel 338000041

artikel 338000042

artikel 338000043

artikel 338000044

artikel 338000045

artikel 338000046

artikel 338000047

artikel 338000048

artikel 338000049

artikel 338000050

artikel 338000051

artikel 338000052

artikel 338000053

artikel 338000054

artikel 338000055

artikel 338000056

artikel 338000057

artikel 338000058

artikel 338000059

artikel 338000060

artikel 338000061

artikel 338000062

artikel 338000063

artikel 338000064

artikel 338000065

artikel 338000066

artikel 338000067

artikel 338000068

artikel 338000069

artikel 338000070

artikel 338000071

artikel 338000072

artikel 338000073

artikel 338000074

artikel 338000075

artikel 338000076

artikel 338000077

artikel 338000078

artikel 338000079

artikel 338000080

artikel 338000081

artikel 338000082

artikel 338000083

artikel 338000084

artikel 338000085

artikel 338000086

artikel 338000087

artikel 338000088

artikel 338000089

artikel 338000090

news-1701
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 888000071

article 888000072

article 888000073

article 888000074

article 888000075

article 888000076

article 888000077

article 888000078

article 888000079

article 888000080

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

article 868100061

article 868100062

article 868100063

article 868100064

article 868100065

article 868100066

article 868100067

article 868100068

article 868100069

article 868100070

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

cuaca 898100041

cuaca 898100042

cuaca 898100043

cuaca 898100044

cuaca 898100045

cuaca 898100046

cuaca 898100047

cuaca 898100048

cuaca 898100049

cuaca 898100050

cuaca 898100051

cuaca 898100052

cuaca 898100053

cuaca 898100054

cuaca 898100055

cuaca 898100056

cuaca 898100057

cuaca 898100058

cuaca 898100059

cuaca 898100060

cuaca 898100061

cuaca 898100062

cuaca 898100063

cuaca 898100064

cuaca 898100065

cuaca 898100066

cuaca 898100067

cuaca 898100068

cuaca 898100069

cuaca 898100070

cuaca 898100071

cuaca 898100072

cuaca 898100073

cuaca 898100074

cuaca 898100075

cuaca 898100076

cuaca 898100077

cuaca 898100078

cuaca 898100079

cuaca 898100080

cuaca 898100081

cuaca 898100082

cuaca 898100083

cuaca 898100084

cuaca 898100085

cuaca 898100086

cuaca 898100087

cuaca 898100088

cuaca 898100089

cuaca 898100090

cuaca 898100091

cuaca 898100092

cuaca 898100093

cuaca 898100094

cuaca 898100095

cuaca 898100096

cuaca 898100097

cuaca 898100098

cuaca 898100099

cuaca 898100100

cuaca 898100101

cuaca 898100102

cuaca 898100103

cuaca 898100104

cuaca 898100105

cuaca 898100106

cuaca 898100107

cuaca 898100108

cuaca 898100109

cuaca 898100110

cuaca 898100111

cuaca 898100112

cuaca 898100113

cuaca 898100114

cuaca 898100115

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

article 710000061

article 710000062

article 710000063

article 710000064

article 710000065

article 710000066

article 710000067

article 710000068

article 710000069

article 710000070

article 710000071

article 710000072

article 710000073

article 710000074

article 710000075

article 710000076

article 710000077

article 710000078

article 710000079

article 710000080

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

article 999990021

article 999990022

article 999990023

article 999990024

article 999990025

article 999990026

article 999990027

article 999990028

article 999990029

article 999990030

article 999990031

article 999990032

article 999990033

article 999990034

article 999990035

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

cuaca 638000001

cuaca 638000002

cuaca 638000003

cuaca 638000004

cuaca 638000005

cuaca 638000006

cuaca 638000007

cuaca 638000008

cuaca 638000009

cuaca 638000010

cuaca 638000011

cuaca 638000012

cuaca 638000013

cuaca 638000014

cuaca 638000015

cuaca 638000016

cuaca 638000017

cuaca 638000018

cuaca 638000019

cuaca 638000020

news-1701