KOMITMEN Pemerintah Kota Bontang mempercepat pemerataan pembangunan kembali diperlihatkan lewat program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun Anggaran 2026.
Program kolaborasi lintas sektoral itu resmi ditutup dalam upacara di Lapangan Kodim 0908/Bontang, Kamis (21/5/2026).
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, hadir langsung menerima hasil pembangunan yang dikerjakan bersama TNI selama satu bulan penuh.
Upacara penutupan juga dihadiri Danrem 091/ASN Anggara Sitompul, Pj Sekda Bontang Akhmad Suharto, Dandim 0908/Bontang Ardiansyah, serta Kajari Bontang Beni Putra.
Bukan hanya pemerintah dan TNI, program ini juga melibatkan perusahaan, organisasi masyarakat, tokoh pemuda, hingga masyarakat sekitar.
Selama pelaksanaan TMMD, fokus pembangunan diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini paling mendesak.
Salah satu proyek utama ialah pembangunan badan jalan di Jalan Kerikil 7 RT 13, Kelurahan Bontang Kuala. Akses tersebut selama ini menjadi jalur penting aktivitas warga.
Kini konektivitas masyarakat disebut jauh lebih terbantu setelah jalan selesai dibangun. Selain itu, pembangunan jembatan di Kampung Mas Darling juga berhasil dirampungkan.
Jembatan tersebut diharapkan mempermudah mobilitas warga sekaligus memperkuat akses ekonomi masyarakat sekitar.
Tidak berhenti di sana, kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian.
Program TMMD turut merealisasikan pembangunan sumur bor di RT 25 Kelurahan Gunung Telihan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Sisi paling menyentuh dari program TMMD kali ini terlihat pada rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Rumah warga di Jalan Kapal Layar RT 22, Kelurahan Loktuan, berhasil diperbaiki melalui kolaborasi TNI dan pemerintah daerah.
Program itu bukan sekadar membangun fisik bangunan. Tetapi juga memberi rasa aman dan kualitas hidup yang lebih layak bagi masyarakat penerima manfaat.
Danrem 091/ASN, Anggara Sitompul, menegaskan bahwa TMMD bukan hanya agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, program ini merupakan operasi bakti lintas sektoral yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, mahasiswa, hingga masyarakat.
“Tujuan utama TMMD adalah membantu pemerintah daerah meningkatkan akselerasi pembangunan, baik dalam membangun infrastruktur maupun membuka daerah terisolasi,” ujar Anggara.
Ia menyebut tema TMMD tahun ini ialah Satukan Langkah Membangun Negeri dan Desa. Program tersebut berlangsung selama 30 hari di wilayah Kodim Bontang dan Kodim Malinau.
TMMD juga menyentuh sisi sosial masyarakat. Selama program berlangsung, berbagai layanan sosial diberikan kepada warga.
Mulai dari pembagian sembako, donor darah, hingga pengobatan gratis. Kegiatan itu menjadi bagian dari pendekatan sosial yang ingin memperkuat hubungan antara aparat, pemerintah, dan masyarakat.
Puncak penutupan TMMD ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima hasil pembangunan oleh Wali Kota Bontang dan Dandim 0908/Bontang. [ADS/BTG]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















