PRANALA.CO, Bontang – Di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan perubahan tren, sebuah usaha tradisional di Kelurahan Gunung Telihan, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil mempertahankan eksistensinya.
Sesean Mulya Rotan, sentra kerajinan rotan yang telah berdiri sejak 1975, terus menjadi bukti bahwa seni anyaman tradisional dapat beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan identitasnya.
Berlokasi di Jalan S. Parman RT 27, usaha ini dirintis almarhum Martinus Rante dan kini dikelola generasi kedua keluarganya. Dengan semangat mempertahankan warisan budaya, Sesean Mulya Rotan menghadirkan produk-produk berkualitas seperti kursi, meja, tempat tidur, hingga anyaman dekoratif, yang menggabungkan desain modern dengan sentuhan alami.
Lurah Gunung Telihan, Mochamad Cholid Hanafi, bersama Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan, baru-baru ini melakukan supervisi ke sentra kerajinan ini. Dalam kunjungannya, ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian warisan budaya sambil meningkatkan daya saing melalui inovasi.
“Produk kerajinan ini memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi. Harapan kami, dengan supervisi dan dukungan yang tepat, UMKM seperti Sesean Mulya Rotan dapat terus berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Cholid.
Salah satu kekuatan utama produk rotan ini adalah fleksibilitasnya. Desain-desain yang ditawarkan tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memenuhi kebutuhan konsumen modern akan produk yang kuat, tahan lama, dan ramah lingkungan.
“Produk ini memiliki potensi besar, bukan hanya di pasar lokal, tetapi juga untuk menembus pasar nasional bahkan internasional. Dengan inovasi desain dan branding yang kuat, kerajinan rotan bisa menjadi kebanggaan Bontang,” tambah Cholid.
Sesean Mulya Rotan tidak hanya menjadi bagian dari ekonomi lokal tetapi juga simbol keberlanjutan budaya. Setiap anyaman yang dihasilkan mencerminkan keahlian turun-temurun yang sarat makna dan nilai seni.
Kelurahan Gunung Telihan pun memiliki harapan besar terhadap usaha ini. Mereka berupaya menjadikan Sesean Mulya Rotan sebagai ikon budaya sekaligus motor penggerak ekonomi daerah. Selain itu, mereka mendorong penggunaan strategi pemasaran berbasis digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Keberlanjutan usaha ini menjadi inspirasi bagi banyak pelaku UMKM lainnya di Bontang. Di tengah modernisasi, warisan tradisional tetap dapat relevan dan bersaing, selama ada inovasi, semangat, dan dukungan bersama.
Sesean Mulya Rotan bukan sekadar bisnis, tetapi juga cerita tentang perjuangan mempertahankan warisan budaya dalam balutan modernisasi. Dan di balik setiap produk anyamannya, tersimpan pesan bahwa seni tradisional tetap hidup, kuat, dan tak lekang oleh waktu. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















