MESIN persiapan Porprov Kaltim 2026 mulai dipanaskan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim bersama KONI Kutim resmi menggelar identifikasi dan verifikasi tahap pertama bagi seluruh cabang olahraga yang diproyeksikan tampil di Porprov VIII di Kabupaten Paser tahun depan.
Dispora mulai memeriksa validitas atlet, jumlah ofisial, hingga kebutuhan perlengkapan tanding demi memastikan anggaran daerah tidak jebol di tengah kebijakan efisiensi yang kini diperketat pemerintah.
Hingga Kamis (21/5/2026), sebanyak 52 dari total 64 cabang olahraga telah menjalani proses identifikasi dan verifikasi. Atmosfer seleksi terasa ketat.
Setiap cabor diminta realistis saat mengusulkan jumlah atlet. Nama-nama yang dinilai tidak memiliki potensi prestasi besar berisiko tidak diberangkatkan ke Paser.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Porprov Dispora Kutim, Opniel Untung, menegaskan bahwa proses ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara target prestasi dan efisiensi anggaran daerah.
Menurutnya, seluruh usulan atlet harus mengacu pada hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2025. Jika jumlah yang diajukan dinilai berlebihan, maka kuota bisa dipangkas.
Sebaliknya, penambahan atlet nyaris tertutup kecuali benar-benar memiliki peluang emas.
“Tugas kami memverifikasi jumlah atlet, pelatih, asisten hingga ofisial sesuai tata kelola keuangan daerah. Kalau usulannya terlalu banyak atau tidak rasional, kuota bisa dikurangi. Penambahan atlet tidak diperbolehkan kecuali punya potensi kuat meraih emas,” tegas Opniel.
Pernyataan itu menjadi sinyal keras bagi seluruh cabor. Kini, bukan hanya soal banyaknya atlet yang dikirim. Tetapi seberapa besar peluang mereka membawa pulang medali untuk Kutim.
Opniel juga meminta seluruh pengurus cabor lebih matang menyusun komposisi tim. Menurutnya, Porprov bukan lagi ruang uji coba atlet.
Yang diberangkatkan harus benar-benar siap bertarung. Di sisi lain, KONI Kutim mulai memetakan kekuatan riil kontingen.
Kepala Sekretariat KONI Kutim, Miswan Prima Putra, mengatakan verifikasi sejak awal sangat penting agar Kutim aman secara administrasi sekaligus siap secara teknis saat bertanding di Paser nanti.
“Kita ditargetkan masuk tiga besar Porprov VIII November 2026. Waktu kita sangat terbatas. Lewat verifikasi hasil BK ini kita bisa melihat peta kekuatan riil,” ujar Miswan.
Ia mengungkapkan sejumlah cabor bahkan sudah bergerak lebih cepat dengan menggelar training center mandiri. Sebagian berlatih di dalam Kutim. Sebagian lain mulai dikirim ke luar Kalimantan Timur demi meningkatkan kualitas persiapan.
Setelah proses verifikasi rampung, seluruh sekretariat persiapan kontingen Kutim akan dipusatkan di Kantor KONI Kutim, Stadion Kudungga. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















