CITRA suporter sepak bola yang kerap lekat dengan rivalitas dan kericuhan, Viking Borneo Sangatta memilih merayakan ulang tahun ke-11 dengan cara berbeda. Komunitas pendukung Persib Bandung itu membuka turnamen Mini Soccer League 2026 antar-SMA se-Kutai Timur saat perayaan anniversary di Cafe Coffe Time, Sangatta Utara, Minggu (17/5/2026) malam.
Ratusan anggota dan simpatisan hadir dalam perayaan tersebut. Tidak hanya menjadi ajang temu sesama bobotoh di perantauan, kegiatan itu juga menandai perjalanan panjang Viking Borneo Sangatta yang mampu bertahan lebih dari satu dekade di Kabupaten Kutai Timur.
Di daerah yang dihuni beragam basis pendukung klub sepak bola nasional, menjaga eksistensi komunitas suporter selama 11 tahun bukan perkara mudah. Apalagi kultur suporter Indonesia selama ini identik dengan fanatisme tinggi yang kerap memicu gesekan antarkelompok.
Ketua Viking Borneo Sangatta, Arif Hendrawan, mengatakan komunitas yang dipimpinnya ingin menunjukkan bahwa dukungan terhadap klub tidak harus melahirkan permusuhan dengan kelompok suporter lain.
“Persib Bandung tetap di hati. Tapi kita juga harus saling menghormati di Kutai Timur ini bersama seluruh fans club lainnya,” ujar Arif.
Menurut dia, Viking Borneo Sangatta kini berupaya memperluas peran komunitas, tidak hanya aktif mendukung Persib Bandung, tetapi juga hadir dalam kegiatan sosial dan pembinaan sepak bola di daerah.
Selama beberapa tahun terakhir, komunitas tersebut terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan dan kegiatan sosial masyarakat. Momentum ulang tahun ke-11 juga dimanfaatkan untuk membuka ruang kompetisi bagi pelajar SMA melalui Mini Soccer League 2026 yang akan diikuti puluhan klub sekolah se-Kutai Timur.
Pembina Viking Borneo Sangatta, Pandi Widiarti, menyebut komunitas suporter harus berkembang menjadi wadah yang membawa manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar.
“Semoga di usia sekarang Viking Borneo Sangatta tambah solid dan militan. Bukan hanya bergerak di dunia sepak bola, tapi sosial masyarakat juga,” katanya.
Fenomena perubahan wajah komunitas suporter belakangan mulai terlihat di berbagai daerah. Sejumlah kelompok suporter tidak lagi hanya dikenal melalui dukungan di tribun stadion, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, donor darah, penggalangan bantuan kemanusiaan, hingga pembinaan olahraga usia muda.
Bagi Viking Borneo Sangatta, usia 11 tahun bukan sekadar perayaan eksistensi komunitas. Mereka ingin membangun citra bahwa suporter sepak bola juga bisa menjadi ruang persaudaraan, pembinaan anak muda, dan penggerak kegiatan sosial di daerah. [HAF]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















