PERUBAHAN aturan usia di Pekan Olahraga Provinsi VIII Kalimantan Timur alias Porprov Kaltim 2026 mulai mengubah peta persaingan antardaerah. Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi salah satu daerah yang bergerak cepat menyesuaikan strategi dengan mengandalkan regenerasi atlet muda untuk menjaga peluang bersaing di papan atas.
Porprov Kaltim 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada November mendatang memberlakukan batas usia maksimal atlet 30 tahun. Aturan itu membuat sejumlah daerah harus merombak komposisi tim, termasuk Kutim yang selama ini bertumpu pada beberapa atlet senior di sejumlah cabang olahraga.
Di tengah perubahan tersebut, Kutim menyiapkan 1.612 atlet untuk bertanding pada 61 cabang olahraga. Jumlah itu menunjukkan besarnya kekuatan yang dibawa sekaligus tantangan yang harus dihadapi kontingen dalam menjaga konsistensi prestasi.
Pada Porprov sebelumnya, Kutim finis di posisi keempat dengan raihan 124 medali. Namun, selisih sekitar 50 medali dari peringkat ketiga menjadi catatan penting yang kini coba dipangkas melalui pola pembinaan baru dan percepatan regenerasi atlet.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi yang juga Ketua Kontingen Porprov Kutim mengatakan perubahan regulasi tidak dipandang sebagai hambatan. Menurut dia, pembatasan usia justru membuka ruang bagi atlet-atlet muda untuk tampil lebih cepat di level kompetisi tertinggi tingkat provinsi.
“Sejumlah atlet muda potensial sudah dipersiapkan melalui pembinaan berjenjang dan pemusatan latihan yang intensif,” ujar Mahyunadi usai rapat di Kantor KONI Kutim, Selasa (19/5/2026).
Ia menyebut para atlet muda tersebut telah menjalani uji tanding dan mengikuti sejumlah kejuaraan sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov. Selain kemampuan teknis, kontingen juga menaruh perhatian pada pembentukan mental bertanding agar atlet mampu menghadapi tekanan kompetisi.
Langkah itu dinilai penting karena persaingan Porprov tidak hanya ditentukan kualitas individu atlet, tetapi juga kedalaman regenerasi setiap daerah. Sejumlah cabang olahraga diperkirakan akan menghadirkan wajah-wajah baru setelah aturan usia mulai diterapkan.
Kutim kini mencoba memanfaatkan momentum itu untuk memperbaiki posisi di klasemen akhir. Selain pemusatan latihan, pemerintah daerah juga menyiapkan bonus bagi peraih medali sebagai bentuk penghargaan sekaligus menjaga keberlanjutan pembinaan olahraga. [RIL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















