• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Juli 7, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Ekonomi Kaltim Dinilai Masih Rapuh Meski Surplus Perdagangan Capai Triliunan

Suriadi Said by Suriadi Said
21 Mei 2026 | 07:58
Reading Time: 2 mins read
0
Kaltim Siaga PHK Tambang: Pesangon Wajib Cair, JKP Jadi Juru Selamat Sementara Ekonomi Kaltim Dinilai Masih Rapuh Meski Surplus Perdagangan Capai Triliunan Batu Bara Lesu, Ekonomi Kaltim Melambat Ekonomi Kalimantan Timur Tumbuh Tertinggi dalam Satu Dekade

Proses pemuatan batu bara ke tongkang di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur./Bloomberg-Dimas Ardian

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

SELAMA bertahun-tahun, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu mesin devisa utama Indonesia. Surplus perdagangan terus mengalir, bahkan ketika pandemi Covid-19 mengguncang ekonomi dunia. Namun di balik angka surplus yang masih tebal pada 2026, muncul kekhawatiran baru: fondasi ekonomi Kaltim dinilai belum benar-benar kuat.

Bank Indonesia memperkirakan neraca perdagangan luar negeri Kaltim tetap surplus hingga akhir 2026. Akan tetapi, ketergantungan besar terhadap batu bara dan sektor ekstraktif mulai dianggap sebagai risiko serius di tengah perubahan pasar energi global.

PILIHAN REDAKSI

RKAB Dipangkas, Kutim Khawatir Kehilangan Rp2,34 Triliun dan 10 Ribu Pekerja Berisiko PHK

RKAB Dipangkas, Kutim Khawatir Kehilangan Rp2,34 Triliun dan 10 Ribu Pekerja Berisiko PHK

25 Juni 2026 | 10:03
Kutim Sumbang PNBP Rp9 Triliun, Minta ESDM Kembalikan Kuota Batu Bara 26 Juta Ton

Kutim Sumbang PNBP Rp9 Triliun, Minta ESDM Kembalikan Kuota Batu Bara 26 Juta Ton

23 Juni 2026 | 23:29

“Meski demikian terdapat beberapa tantangan yang diprakirakan akan berisiko mengurangi gap surplus neraca perdagangan LN Kaltim di tahun 2026,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Jajang Hermawan, dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Data BPS Kaltim menunjukkan neraca perdagangan Maret 2026 masih surplus US$886,53 juta. Namun, angka itu sepenuhnya ditopang sektor nonmigas yang mencatat surplus US$1,33 miliar. Sebaliknya, sektor migas justru mengalami defisit US$446,99 juta.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, total surplus perdagangan Kaltim mencapai US$3,16 miliar. Lagi-lagi, penopangnya adalah surplus nonmigas sebesar US$4,1 miliar yang menutupi defisit migas hampir US$1 miliar. Situasi ini memperlihatkan satu pola lama yang belum berubah: ekonomi Kaltim masih sangat bergantung pada ekspor komoditas mentah, terutama batu bara.

Masalahnya, ruang aman itu mulai menyempit. Pemerintah pusat memangkas kuota produksi batu bara nasional dari 790 juta ton pada 2025 menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026. Kebijakan RKAB dari Kementerian ESDM itu diambil untuk menjaga keseimbangan harga dan permintaan global, tetapi sekaligus berpotensi menekan ekspor daerah penghasil seperti Kaltim.

Di saat bersamaan, harga batu bara dunia memang sedang naik. Harga internasional kini berada di kisaran US$131 per metrik ton atau melonjak sekira 33 persen dibanding awal tahun. Kenaikan dipicu gangguan logistik energi di Selat Hormuz akibat tensi geopolitik Timur Tengah yang memicu peralihan konsumsi gas ke batu bara.

Namun lonjakan itu diperkirakan tidak bertahan lama. Ancaman yang lebih besar justru datang dari percepatan transisi energi di Tiongkok, pasar utama batu bara dunia. Negeri tersebut kini mencatat porsi energi baru terbarukan lebih dari 50 persen dalam bauran energinya. Jika konsumsi batu bara Tiongkok terus melambat, tekanan terhadap ekspor Kaltim diperkirakan makin terasa.

Sekretaris Umum HIPPI Kaltim, Muhammad Reza Fadhillah, menilai kondisi surplus perdagangan Kaltim saat ini masih semu karena sangat sensitif terhadap gejolak harga komoditas global.

“Ketika Harga Batu Bara Acuan naik, devisa Kaltim terlihat kuat. Sebaliknya, saat harga turun atau permintaan dari Tiongkok dan India melemah, surplus akan langsung tertekan,” ujarnya.

Data impor Kaltim turut memperlihatkan rapuhnya struktur ekonomi daerah. Selama kuartal pertama 2026, impor masih didominasi bahan baku dan barang penolong hingga 96,62 persen atau senilai US$1,56 miliar.

Sementara impor barang modal hanya 3,31 persen. Artinya, aktivitas industri di Kaltim masih bergantung pada pasokan luar dan belum sepenuhnya ditopang industri hilir yang kuat.

Di tengah tekanan itu, harapan mulai diarahkan pada hilirisasi dan industri bernilai tambah. Penemuan sumur migas North Ganal oleh PT ENI dengan potensi 5 Tcf gas bumi serta proyek RDMP Balikpapan dinilai bisa menjadi momentum baru untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Selain migas dan petrokimia, sektor agro-maritim, logistik, jasa industri, hingga industri pendukung Ibu Kota Nusantara mulai disebut sebagai jalan keluar agar ekonomi Kaltim tidak terus bergantung pada siklus naik-turun komoditas tambang.

Bagi Kaltim, tantangan ke depan bukan lagi sekadar menjaga surplus perdagangan tetap besar. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan surplus itu lahir dari ekonomi yang lebih tahan krisis, lebih bernilai tambah, dan tidak mudah goyah ketika harga batu bara dunia berubah arah. [BIS/RIL]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Batu BaraEkonomi Kaltim
Previous Post

Cerita Nelayan Bontang yang Dikira Hilang, Bertahan di Laut karena Tangakapan Ikan Sedikit

Next Post

Guyonan Bahlil ke Gubernur Kaltim: Pejabat Enggak Viral Enggak Top

BACA JUGA

Izin IUP Kaltim Menggantung 6 Bulan, 1.500 Pekerja Tambang Kena PHK, Ekonomi Warga Lumpuh

Izin IUP Kaltim Menggantung 6 Bulan, 1.500 Pekerja Tambang Kena PHK, Ekonomi Warga Lumpuh

6 Juli 2026 | 09:36
Tak Punya Kebun, Bontang Bidik Hilirisasi Sawit Rp5,6 T Investasi Hotel dan Perumahan di Bontang Mulai Tumbuh Modus Baru Penipuan OSS di Bontang Kaltim: Korban Tertipu Rp3,2 Juta Gegara Pesan "Resmi" Palsu Indomaret Gandeng UMKM Bontang, DPMPTSP: Peluang Besar Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kota Urus Izin Kini Cukup lewat WhatsApp, DPMPTSP Bontang Luncurkan Layanan “TERA” Realisasi Investasi Bontang Tembus Rp589 Miliar, 712 Lapangan Kerja Baru Tercipta Bontang Cari Investor untuk Bangun Hotel Bintang 3

Tak Punya Kebun, Bontang Bidik Hilirisasi Sawit Rp5,6 T

6 Juli 2026 | 09:12
Dua Kebijakan Pusat Ini Bikin Ekonomi Kutim Babak Belur, Akademisi Kaltim Ingatkan Ancamannya

Dua Kebijakan Pusat Ini Bikin Ekonomi Kutim Babak Belur, Akademisi Kaltim Ingatkan Ancamannya

5 Juli 2026 | 20:10
Efek Harga BBM Naik, Inflasi Balikpapan dan PPU Mulai Terkerek BBM Naik, SPBU dan APMS di Kubar Dijaga Ketat demi Amankan Harga Pokok Soal BBM Oplosan di Samarinda Kaltim, Wali Kota: Jangan Asal Klaim BBM Aman! 70 Persen Konsumen Balikpapan Beralih ke BBM Nonsubsidi, Antrean SPBU Tertangani

Efek Harga BBM Naik, Inflasi Balikpapan dan PPU Mulai Terkerek

5 Juli 2026 | 17:13
Modal Kerja Tambang Mengucur Deras, Kredit Perbankan Kaltim Tumbuh 9,46 Persen Transaksi Non-Tunai di Kaltim Melejit, QRIS Tembus 859 Ribu Pengguna

Modal Kerja Tambang Mengucur Deras, Kredit Perbankan Kaltim Tumbuh 9,46 Persen

5 Juli 2026 | 16:43
Musim Tanam Tiba, Pupuk Kaltim Pastikan Stok Pupuk Subsidi Jawa Timur Aman

Musim Tanam Tiba, Pupuk Kaltim Pastikan Stok Pupuk Subsidi Jawa Timur Aman

5 Juli 2026 | 14:19
Next Post
Guyonan Bahlil ke Gubernur Kaltim: Pejabat Enggak Viral Enggak Top

Guyonan Bahlil ke Gubernur Kaltim: Pejabat Enggak Viral Enggak Top

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Satpol PP Tegur Indomaret di Jalan MH Thamrin Bontang, Trotoar Dirombak Tak Sesuai Aturan

Satpol PP Tegur Indomaret di Jalan MH Thamrin Bontang, Trotoar Dirombak Tak Sesuai Aturan

2 Juli 2026 | 19:03
Harga Tiket Pesawat Samarinda Masih Mahal, Padahal Avtur Sudah Turun 10 Persen Tiket Pesawat dari Samarinda Naik, Ada yang Capai Rp4,8 Juta Tarif Pesawat dari Samarinda Naik, Ada yang Capai Rp4,8 Juta Dijadwalkan Februari 2026, Bandara APT Pranoto Samarinda Siap Buka Rute Internasional

Harga Tiket Pesawat Samarinda Masih Mahal, Padahal Avtur Sudah Turun 10 Persen

3 Juli 2026 | 19:20
Sempat Molor 2 Bulan, 12 Pejabat Pemkot Bontang Resmi Dilantik Hari Ini

Sempat Molor 2 Bulan, 12 Pejabat Pemkot Bontang Resmi Dilantik Hari Ini

1 Juli 2026 | 12:23
Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

6 Juli 2026 | 13:24

Terbaru

Kejati Kaltim Geledah Disdikbud Kukar Terkait Insentif Guru Puluhan Miliar, Sita Dokumen hingga 8 Ponsel

Kejati Kaltim Geledah Disdikbud Kukar Terkait Insentif Guru Puluhan Miliar, Sita Dokumen hingga 8 Ponsel

6 Juli 2026 | 23:54
Benarkah Zonasi SPMB Samarinda Bisa Diakali?

Benarkah Zonasi SPMB Samarinda Bisa Diakali?

6 Juli 2026 | 23:35
Pratama Arhan Resmi Gabung Persija Jakarta

Pratama Arhan Resmi Gabung Persija Jakarta, Dikontrak 3 Musim

6 Juli 2026 | 23:23
Sanksi Folarin Balogun Batal, Trump Telepon Bos FIFA Ubah Sejarah Sepak Bola

Sanksi Folarin Balogun Batal, Trump Telepon Bos FIFA Ubah Sejarah Sepak Bola

6 Juli 2026 | 22:24
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved