SERTIFIKASI halal UMKM Bontang mulai mendapat perhatian lebih serius sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggandeng LPPOM MUI Provinsi Kalimantan Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi Halal bagi 30 pelaku usaha binaan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Diklat Pupuk Kaltim, Rabu (5/8/2026). Peserta, khususnya dari sektor makanan dan minuman, mendapat pemahaman mengenai proses sertifikasi halal hingga penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).
Bagi Pupuk Kaltim, sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan legalitas. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada konsumen sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap produk UMKM lokal.
SVP Pemeliharaan Pupuk Kaltim Wawan Ari Susanto mengatakan pembinaan UMKM tidak cukup hanya melalui kemudahan akses pembiayaan.
Menurut dia, pelaku usaha juga perlu memiliki kapasitas yang memadai agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
“Makanya sertifikasi halal penting untuk memberi kepastian bagi konsumen, sekaligus nilai tambah dalam meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk UMKM lokal,” ujar Wawan saat mengawali kegiatan.
Potensi UMKM di Bontang menjadi salah satu alasan Pupuk Kaltim terus memperkuat program pembinaan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang tahun 2024, terdapat 20.406 UMKM di Kota Taman. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.558 UMKM bergerak di bidang kuliner.
Besarnya jumlah pelaku usaha kuliner membuat peningkatan kualitas produk menjadi bagian penting dalam membuka akses pasar yang lebih luas.
Pupuk Kaltim pun mendorong mitra binaannya tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memenuhi standar yang dibutuhkan konsumen dan pasar.
“Pupuk Kaltim ingin memastikan mitra binaan tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tapi juga memenuhi standar yang dibutuhkan pasar, seiring makin tingginya tuntutan kualitas oleh konsumen,” lanjut Wawan.
Program sertifikasi halal UMKM Bontang tersebut menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan yang dilakukan Pupuk Kaltim secara berkelanjutan.
Pembinaan mencakup penguatan kapasitas usaha, peningkatan kualitas produk, akses pembiayaan, pelatihan pemasaran dan digitalisasi usaha, hingga fasilitasi berbagai bentuk legalitas yang dibutuhkan pelaku usaha.
Pendekatan itu diarahkan agar mitra binaan dapat berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan profesional. Kemampuan membangun tata kelola usaha, memenuhi standar mutu, serta menjawab kebutuhan pasar menjadi bagian dari target pembinaan.
“Untuk itu, Pupuk Kaltim akan terus menghadirkan berbagai program peningkatan kapasitas sesuai kebutuhan pelaku usaha melalui konsep pemberdayaan secara berkesinambungan,” kata Wawan.
Mewakili Pemerintah Kota Bontang, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Eko Arisandi menyambut positif program pembinaan yang dilakukan Pupuk Kaltim.

Eko menilai keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting untuk mempercepat peningkatan kualitas UMKM lokal. Menurut dia, pembinaan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga membantu meningkatkan kompetensi pelaku usaha.
“Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat daya saing UMKM lokal, dan kami menilai bimtek sertifikasi halal sangat relevan dengan kebutuhan saat ini,” ungkap Eko.
Dia menambahkan, sertifikasi halal semakin penting bagi pelaku usaha makanan dan minuman. Selain berkaitan dengan ketentuan yang berlaku, sertifikasi tersebut juga memberikan jaminan kepada konsumen terkait kualitas dan keamanan produk.
“Kami harap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya, agar ke depan mampu memperoleh sertifikat halal bagi produk masing-masing,” tandas Eko.
Bagi pelaku UMKM, pelatihan tersebut memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai tahapan memperoleh sertifikasi halal.
Salah satu mitra binaan Pupuk Kaltim, Sri Suna, mengatakan bimtek membantunya memahami proses secara lebih menyeluruh, mulai dari persyaratan administrasi hingga tahapan yang harus dipenuhi.
Usahanya yang bergerak di bidang kuliner membuat sertifikasi halal dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada konsumen.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pupuk Kaltim, karena kegiatan ini sangat membantu kami untuk memahami pengurusan sertifikasi halal. Kami merasa terus didorong untuk naik kelas dan menjadi usaha yang lebih profesional,” tutur Sri Suna. (*)















