TURNAMEN Voli Putri Bontang 2026 resmi dimulai setelah Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, membuka kejuaraan antar kelurahan se-Kota Bontang di halaman Kantor Lurah Lok Tuan, Jumat (7/8/2026).
Turnamen ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi olahraga, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan yang digagas Karang Taruna Bina Mandiri Lok Tuan dengan dukungan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) tersebut diikuti seluruh kelurahan di Bontang dan menjadi bagian dari pembinaan olahraga sekaligus kolaborasi pembangunan daerah.
Turut hadir Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Vice President Corporate Communication PT Pupuk Kaltim Dwi Agung Wibowo, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Bontang Eko Mashudi, Ketua PBVSI Kota Bontang Hadi Esmoyo, para lurah, Forkopimda, serta tokoh masyarakat.
Wali Kota Neni mengapresiasi komitmen Pupuk Kaltim yang selama ini konsisten mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui kegiatan olahraga dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Ia juga mengajak seluruh lurah memperkuat kemitraan dengan dunia usaha agar pembangunan di tingkat kelurahan dapat berjalan lebih cepat melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurut Neni, olahraga mampu menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun karakter masyarakat yang sportif dan tangguh.
"Turnamen seperti ini bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat," ujar Neni.
Selain pertandingan bola voli, penyelenggaraan turnamen juga melibatkan pelaku UMKM sehingga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat selama kejuaraan berlangsung.
Neni turut memberikan apresiasi kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kelurahan Loktuan, dan Karang Taruna yang berkolaborasi menerapkan konsep ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah.
Ia mengajak seluruh peserta, panitia, dan masyarakat mendukung Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku (GESIT) dengan menjaga kebersihan selama rangkaian pertandingan berlangsung.
Vice President Corporate Communication Pupuk Kaltim, Dwi Agung Wibowo, mengatakan dukungan perusahaan terhadap turnamen ini merupakan bagian dari komitmen pemberdayaan perempuan sekaligus pembinaan atlet muda di Kota Bontang.
Menurutnya, kejuaraan yang diikuti 12 kelurahan ini menjadi wadah bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat nilai sportivitas.
Turnamen berlangsung 7–14 Agustus 2026 dan diharapkan menjadi momentum mempererat persatuan serta semangat kebersamaan masyarakat Bontang melalui olahraga.
Semoga tidak hanya melahirkan atlet-atlet potensial, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi Bontang. (*)














