LAPANGAN di depan kantor Lurah Lok Tuan diproyeksikan menjadi kawasan olahraga terpadu setelah Pemerintah Kota Bontang menyiapkan rencana pengembangan fasilitas yang akan diusulkan masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Hal ini diungkapkan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat penyelenggaraan Turnamen Bola Voli Putri Antar Kelurahan se-Kota Bontang 2026 yang mulai berlangsung, Jumat (7/8/2026).
Selain menghadirkan kompetisi olahraga, kegiatan ini ikut menggerakkan roda perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Kelurahan Loktuan sekaligus memperkuat kampanye pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Pemerintah Kota Bontang menargetkan kawasan Lapangan Lok Tuan berkembang menjadi fasilitas olahraga yang lebih lengkap. Sejumlah infrastruktur penunjang telah disiapkan dalam rencana pembangunan.
Fasilitas yang diusulkan meliputi lapangan mini soccer, jogging track, hingga area khusus bagi pelaku UMKM. Seluruh kebutuhan tersebut tengah didorong agar masuk dalam RKPD Tahun 2027.
Pengembangan kawasan itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sarana olahraga, tetapi juga menjadi ruang publik yang mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Semoga ruang publik ini nanti mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Neni.
Saat membuka turnamen, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni langsung menginstruksikan Ketua DPRD Bontang bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) mengawal proses perbaikan fasilitas Lapangan Lok Tuan.
Revitalisasi Lapangan Lok Tuan diharapkan menjadi langkah jangka panjang yang tidak hanya memperkuat pembinaan olahraga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan kawasan publik yang lebih representatif.
Kejuaraan tersebut digelar mulai 7 hingga 14 Agustus 2026 dan diikuti 12 kelurahan, yakni Loktuan, Guntung, Bontang Baru, Bontang Kuala, Api-Api, Gunung Elai, Belimbing, Kanaan, Tanjung Laut, Berbas Tengah, Berbas Pantai, serta Bontang Lestari.
Pertandingan dipusatkan di halaman Kantor Lurah Lok Tuan.
Neni juga mendorong agar kegiatan olahraga masyarakat terus dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Tidak hanya berfokus pada olahraga, turnamen ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lingkungan.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kelurahan Loktuan, dan Karang Taruna berkolaborasi mengelola sampah hasil kegiatan menggunakan pendekatan ekonomi sirkular agar memiliki nilai tambah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Program tersebut berjalan seiring dengan penerapan Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku (GESIT) yang wajib diikuti seluruh peserta maupun penonton.
Neni mengingatkan seluruh pengunjung agar menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung.
"Saya ingin kegiatan ini bersih dari sampah. Setelah acara selesai, jangan meninggalkan pekerjaan tambahan bagi orang lain. Buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan," tegas Neni. (*)















