SANTUNAN BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp233,5 juta diserahkan Pemerintah Kota Bontang bersama BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris almarhumah Rismawati Ali Dama, penjual kue warga RT 20 Kelurahan Tanjung Laut Indah, Rabu (5/8/2026). Korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan IR Juanda saat terdaftar aktif dalam program jaminan pekerja rentan Pemkot Bontang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyerahkan bantuan tersebut secara langsung kepada suami korban, Bustam, di kediamannya. Penyerahan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warga dari risiko sosial-ekonomi akibat musibah mendadak.
Wali Kota Neni menjelaskan bahwa alokasi santunan mencakup jaminan kecelakaan kerja (JKK), santunan kematian, biaya pemakaman, serta beasiswa pendidikan untuk dua anak korban. Seluruh dana langsung ditransfer ke rekening ahli waris guna menjamin transparansi.
"Dana ini diserahkan kepada ahli waris untuk membantu biaya hidup dan kebutuhan sekolah anak. Ini bentuk kehadiran pemerintah agar keluarga yang ditinggalkan tetap bisa melanjutkan kehidupan dengan layak," kata Neni.
Khusus untuk beasiswa, pencairan dilakukan secara bertahap mengikuti jenjang pendidikan anak agar penggunaannya tepat sasaran dan terarah.
Langkah perlindungan ini dirancang sebagai program strategis antisipatif untuk mencegah lahirnya keluarga miskin baru di Kota Bontang. Kehilangan tulang punggung keluarga kerap membuat kondisi finansial warga kelas menengah ke bawah goyah secara drastis.
"Kami tidak ingin ada keluarga yang terpuruk ketika kehilangan pencari nafkah. Program ini hadir untuk menjaga keberlanjutan kehidupan mereka," tegas Neni.
Pemkot Bontang terus memperluas kepesertaan jaminan pekerja rentan agar sektor informal seperti pedagang kecil, pengemudi, hingga buruh harian memperoleh jaring pengaman sosial yang memadai.
Suami korban, Bustam, mengaku terharu dan tidak menyangka almarhumah istrinya terdaftar sebagai penerima jaminan sosial dari pemerintah daerah. Informasi mengenai santunan tersebut baru ia ketahui usai musibah terjadi.
"Jujur awalnya saya tidak tahu sama sekali kalau istri saya masuk dalam program itu. Saya baru tahu setelah dikabari bahwa istri saya mendapat santunan dari pemerintah," tutur Bustam.
Bustam menegaskan dana tersebut akan difokuskan penuh untuk membiayai pendidikan dua anaknya yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK).
Dia berharap program penjaminan pekerja rentan ini terus berlanjut karena berdampak nyata bagi masyarakat kecil. (*)















