PEMERINTAH Kota Balikpapan memastikan kebijakan Work From Anywhere (WFA) ASN Balikpapan tetap berjalan sesuai skema yang ada sembari menunggu instruksi resmi pemerintah pusat terkait perpanjangan hingga September 2026.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, menegaskan pelayanan publik dan pemenuhan target kinerja pegawai tidak terganggu meski bekerja secara fleksibel setiap Jumat.
Kebijakan WFA ASN Balikpapan telah diterapkan sejak 1 April 2026. Pelaksanaannya dijadwalkan khusus setiap Jumat sebagai langkah efisiensi birokrasi tanpa mengorbankan kualitas pelayanan masyarakat.
Agus menyatakan sejauh ini skema kerja tersebut terbukti efektif. Seluruh Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemkot Balikpapan diwajibkan memenuhi target kinerja bulanan yang telah disepakati bersama Wali Kota.
"Efektif. Saya kira pekerjaan tetap jalan. Apalagi Pak Wali Kota Balikpapan kan sudah menegaskan kita boleh WFA, tapi target-target kinerja kita itu nggak boleh berkurang," ujar Agus Budi Prasetyo di Balikpapan, Rabu (5/8/2026).
Pemkot Balikpapan juga mengawasi ketat potensi penyalahgunaan sistem kerja luar kantor. Pegawai dilarang memanfaatkan momentum WFA untuk keperluan pribadi atau berlibur tanpa mengajukan izin resmi.
"Kami sudah memberikan rambu-rambu. Kalau mereka liburan, konteksnya kan bukan WFA. Itu berarti mereka harus cuti," tegas Agus. Hingga saat ini, pihak Sekda belum menerima laporan adanya pelanggaran disiplin oleh pegawai.
Penghematan Anggaran Operasional Pemkot
Selain memacu produktivitas, penerapan WFA ASN Balikpapan dievaluasi berdasarkan penghematan anggaran daerah. Pemkot Balikpapan rutin melaporkan efisiensi operasional ini kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setiap pekan.
Indikator penghematan mencakup penekanan konsumsi listrik gedung pemerintah, penurunan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) dinas, hingga pemangkasan belanja makan dan minum operasional bulanan.
Meski angka efisiensi belum mencapai 50 persen karena pejabat eselon II, eselon III, serta beberapa staf teknis tetap berkantor secara fisik, tren penghematan belanja daerah mencatatkan hasil positif.
"Dari laporan yang kita sampaikan terlihat memang ada penghematan. Kalau mau penghematan yang bagus, signifikan, ya seperti waktu COVID dulu, kerja dari rumah," pungkas Agus.















