TIMNAS Indonesia memulai langkahnya di Piala AFF 2026 dengan menghadapi Kamboja pada laga pembuka Grup A, Senin (27/7) malam. Pertandingan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, ini menjadi momen penting bagi skuad Garuda untuk mengawali turnamen dengan tiga poin.
Kick-off dijadwalkan berlangsung pukul 20.30 WIB dan dapat disaksikan melalui siaran langsung televisi nasional.
Namun, laga ini dipastikan tidak akan berjalan mudah. Meski Kamboja datang dengan modal kekalahan, pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan timnya tidak boleh terlena.
Dalam konferensi pers sehari sebelum pertandingan, Herdman menyebut Kamboja sebagai tim yang memiliki organisasi permainan yang rapi dan disiplin tinggi.
Ia menilai hasil pertandingan sebelumnya bukan gambaran sesungguhnya dari kekuatan calon lawannya.
"Kami melihat Kamboja bermain. Mereka adalah tim yang terorganisasi dan sangat disiplin. Mereka akan menjadi lawan yang sulit," ujar Herdman.
Kamboja memang baru saja kalah dramatis 1-2 dari Singapura. Mereka sempat menyamakan kedudukan lewat gol Ouk Sovann pada menit ke-65 setelah tertinggal lebih dulu melalui Shawal Anuar.
Harapan Kamboja membawa pulang satu poin pupus ketika Ilhan Fandi mencetak gol kemenangan Singapura pada menit ke-90+12.
Kekalahan menyakitkan itu justru diperkirakan membuat Kamboja tampil lebih agresif saat menghadapi Indonesia demi menjaga peluang lolos dari fase grup.
Alih-alih terlalu fokus kepada lawan, Herdman mengatakan prioritas utama timnya adalah membangun identitas permainan yang telah dipersiapkan sejak pemusatan latihan di Bali.
Pelatih asal Kanada itu ingin para pemain semakin padu dalam menerapkan strategi, memperkuat chemistry, dan menjaga semangat bermain sepanjang pertandingan.
"Fokus kami adalah identitas taktik kami, koneksi kami, chemistry kami, semangat kami. Jika kami menampilkan permainan terbaik, saya yakin kami akan baik-baik saja," katanya.
Herdman juga mengakui Kamboja memiliki sedikit keuntungan karena sudah memainkan satu pertandingan sehingga ritme mereka lebih terbentuk.
"Kamboja sudah memainkan satu pertandingan sehingga mereka memiliki ritme yang baik. Mereka akan siap, tetapi kami harus fokus pada apa yang kami bangun bersama," ujarnya.
Kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata, memastikan seluruh pemain memahami bahwa laga pembuka tidak boleh dianggap enteng.
Menurutnya, kekalahan Kamboja dari Singapura tidak membuat Garuda memandang sebelah mata calon lawannya.
"Kami melihat pertandingan Kamboja melawan Singapura, tetapi itu tidak membuat kami menganggap mereka tim yang mudah dikalahkan. Kami tetap fokus pada identitas permainan kami sendiri dan menjalankan instruksi pelatih," kata Nadeo.
Kemenangan atas Kamboja akan menjadi bekal berharga bagi Indonesia untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Selain mendongkrak kepercayaan diri, hasil positif juga akan memperkuat fondasi permainan yang tengah dibangun Herdman bersama skuad Garuda.
Di hadapan pendukung sendiri, Timnas Indonesia dituntut bukan hanya meraih kemenangan, tetapi juga menunjukkan karakter permainan yang diyakini bisa menjadi modal bersaing hingga fase-fase akhir Piala AFF 2026. (*)














