PANGGUNG tertinggi sepak bola dunia akhirnya melahirkan raja baru. Timnas Spanyol resmi mengunci gelar juara Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan sang bertahan, Argentina, dalam laga final yang penuh drama dan air mata.
Pertempuran sengit di Stadion MetLife (New York-New Jersey), Senin (20/7/2026) dini hari WIB, menyajikan tensi tinggi sejak menit awal. Duel dua raksasa ini harus berlanjut hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya Spanyol menang dengan skor tipis 1-0.
Gol tunggal penentu kemenangan La Furia Roja dicetak oleh Ferran Torres pada menit ke-106. Pemain yang masuk dari bangku cadangan ini menjelma menjadi pahlawan yang membawa Spanyol merengkuh trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.
Dominasi Sempurna La Roja
Keberhasilan di Amerika Serikat ini menegaskan kebangkitan total sepak bola Spanyol di bawah komando pelatih Luis de la Fuente. Trofi emas ini menyempurnakan siklus magis mereka setelah sebelumnya sukses mengawinkan gelar UEFA Nations League dan Euro 2024.
Bagi Spanyol, ini adalah bintang kedua di dada mereka. Kenangan indah tahun 2010 di Afrika Selatan saat gol legendaris Andrés Iniesta membungkam Belanda kini terulang kembali di New Jersey lewat kaki Ferran Torres.
Spanyol kini sejajar dengan Uruguay dan Prancis sebagai negara yang mengoleksi dua gelar juara dunia.
Drama Kartu Merah Enzo Fernandez
Pertandingan sebenarnya berjalan sangat seimbang. Argentina yang berambisi meraih gelar keempatnya terus menggempur pertahanan Spanyol dengan motor serangan yang agresif.
Petaka bagi Albiceleste datang di penghujung waktu normal. Enzo Fernandez harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu merah langsung dari wasit.
Unggul jumlah pemain membuat Spanyol lebih leluasa memegang kendali di babak extra time. Benar saja, memanfaatkan kelengahan lini belakang Argentina yang kelelahan, Ferran Torres berhasil menyontek bola masuk ke gawang dan mengubah papan skor menjadi 1-0.
Skor ini bertahan hingga peluit panjang berbunyi, sekaligus memicu tangis histeris para pemain Argentina di lapangan. Mimpi Lionel Messi dan kolega untuk mempertahankan takhta resmi runtuh.
Meskipun gagal menambah trofi, Argentina tetap berada di daftar elite pengoleksi tiga gelar juara dunia (1978, 1986, 2022). Sementara itu, rekor kolektor trofi terbanyak masih dipegang kokoh oleh Brasil dengan raihan lima gelar juara. (*)















