PERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang langsung mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kaltim mendatang. Langkah ini diambil usai dua pebiliar andalan mereka rampung berlaga dalam Turnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 Piala Ketua PWI Kalimantan Timur (Kaltim) di RA De’Ale Billiard, Jalan Bhayangkara, Samarinda, Sabtu (29/8/2026) malam.
Dalam ajang tingkat regional yang mempertemukan wartawan dan peserta eksternal se-Kaltim tersebut, PWI Bontang menurunkan Rudy dan Fergie. Persaingan ketat di meja hijau membawa Rudy mengakhiri langkah di babak 16 besar, sementara Fergie sukses melaju hingga babak 8 besar.
Meski belum berhasil menembus partai semifinal, hasil ini memberikan peta kekuatan penting bagi kontingen Bontang.
Ketua PWI Bontang, M Kusnadi, menegaskan keikutsertaan timnya bukan sekadar mengejar trofi juara. Kompetisi kompetitif di Samarinda ini dimanfaatkan penuh untuk mengukur sejauh mana kesiapan teknik dan mental para atlet.
"Kami menjadikan ajang Turnamen Biliar 9 Ball Piala Ketua PWI Kaltim ini sebagai tolok ukur kemampuan tim Bontang, terutama dalam rangka mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kaltim mendatang," tegas Kusnadi.
Kusnadi tidak menampik bahwa cabang olahraga biliar di lingkungan PWI Bontang selama ini masih minim catatan prestasi. Oleh karena itu, capaian hingga fase gugur 16 besar dan 8 besar di Samarinda harus menjadi modal berharga untuk pembenahan internal.
"Bontang selama ini memang masih minim prestasi di cabang olahraga biliar. Namun, capaian hingga babak 16 dan 8 besar ini harus dijadikan pemicu. Kami berharap hasil ini dapat membangkitkan semangat para atlet biliar Bontang untuk semakin giat berlatih dan lebih bersaing dalam setiap event kewartawanan ke depan," lanjutnya.
Secara terpisah, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menyatakan turnamen ini memiliki fungsi ganda. Selain mempertajam naluri kompetisi para jurnalis, ajang ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara insan pers dan para mitra kerja.
"Turnamen ini kita harapkan bukan hanya menjadi ajang untuk mencari juara, tetapi juga mempererat silaturahmi dengan mitra-mitra kita. Di sisi lain, ini menjadi ruang bagi teman-teman wartawan untuk membangun atmosfer kompetitif," ujar Abdurrahman Amin.
Rahman mengungkapkan, Turnamen Biliar Deadline Headline ini bakal diproyeksikan menjadi agenda tahunan PWI Kaltim. Ajang ini disiapkan sebagai pemanasan jangka panjang bagi jurnalis Kalimantan Timur menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Lampung pada April 2027.
"Kami ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin. Harapannya, kemampuan teman-teman wartawan di bidang olahraga semakin terasah dan bisa menjadi bekal menghadapi Porwanas 2027 di Lampung," tambahnya.
Pada akhir turnamen, M. Husaini dari Lapas Narkotika keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Muslim Hidayat (Lim) dari PWI Kaltim di partai puncak. Sementara predikat juara tiga bersama diraih Didda Satrya (Dimas) dari PWI Kaltim. (*)















