RINTIK hujan yang mengguyur Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) sejak dini hari sama sekali tak menyurutkan nyali ribuan warga. Mereka bergeming, mata mereka terpaku pada layar raksasa yang membentang di halaman Mapolresta Balikpapan, Senin (20/7/2026) dini hari.
Atmosfer mendadak pecah berkeping-keping saat peluit panjang berbunyi. Spanyol resmi mengunci takhta tertinggi sebagai juara dunia baru di Piala Dunia 2026.
Sorak-sorai pendukung Tim Matador langsung membubung tinggi ke langit Balikpapan. Sebaliknya, pelukan hangat dan tepukan bahu mendarat di pundak para pendukung Argentina yang harus rela pulang dengan kepala tegak.
Sejak pukul 00.00 WITA, gelombang manusia beratribut jersi merah Spanyol dan putih-biru langit Argentina sudah mengular di pintu masuk. Pihak panitia bahkan sempat terkejut melihat animo yang luar biasa masif ini.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, mengakui bahwa kehadiran warga malam itu jauh melampaui prediksi awal timnya.
“Kami awalnya memprediksi sekira 1.300 orang yang hadir. Namun luar biasa, kami mencetak 5 ribu kupon dan seluruhnya habis terbagi tanpa sisa,” ujar Kombes Jerrold dengan nada penuh syukur usai acara.
Di tenda VIP, tampak Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo duduk membaur bersama Kombes Jerrold dan jajaran pejabat kepolisian lainnya, menikmati ketegangan laga puncak tanpa sekat birokrasi.
Nobar kali ini bukan sekadar urusan si kulit bundar. Polresta Balikpapan secara cerdik merangkul para pelaku UMKM lokal untuk menggelar lapak di sekitar lokasi acara.
Hasilnya manis. Ribuan penonton yang kelaparan dan kedinginan di tengah malam buta langsung menyerbu stan-stan makanan hingga ludes tak tersisa.

“Alhamdulillah, roda ekonomi berputar malam ini. Dagangan UMKM kita habis dibeli masyarakat, ini dampak riil yang sangat positif,” tambah Jerrold.
Keseruan malam itu kian lengkap dengan pembagian 215 unit doorprize menarik. Mulai dari kulkas, sepeda, alat elektronik, hingga puncaknya berupa satu unit sepeda listrik dan satu unit sepeda motor gres yang dibawa pulang oleh warga yang beruntung.
Bagi Kombes Jerrold, esensi terbesar dari malam final ini adalah kebersamaan. Perbedaan jersi dan pilihan tim di lapangan hijau terbukti tidak menodai kerukunan warga Balikpapan.
Ia secara khusus meminta pendukung Argentina untuk tetap menjaga semangat kebersamaan demi keharmonisan dan keamanan kota minyak ini.
“Malam ini tidak ada batasan antara masyarakat dan kepolisian. Semua bahagia, membaur, dan saling interaksi. Inilah wajah kepolisian yang sesungguhnya, selalu dekat dan ada di tengah masyarakat,” tuturnya hangat.
Ketika subuh mulai menjelang, petugas kepolisian pun masih berjaga dengan sigap di jalan raya untuk mengurai kepadatan lalu lintas guna memastikan seluruh warga bisa pulang ke rumah masing-masing dengan aman dan selamat. (*)













