ASA para atlet Balikpapan untuk tampil membela panji daerah di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 membentur tembok realita. Pemerintah Kota Balikpapan memastikan tidak akan menerjunkan kontingen di seluruh cabang olahraga.
Keterbatasan anggaran menjadi alasan utama di balik keputusan pahit ini. Pemkot memilih realistis: hanya cabor dan atlet yang punya peluang besar menyumbang medalilah yang berhak berangkat ke Kabupaten Paser.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan bahwa strategi efisiensi ini diambil agar anggaran yang ada bisa tepat sasaran.
Saat ini, pihaknya masih menunggu proses pendataan akhir dari KONI Balikpapan, sembari menanti terbitnya Technical Handbook (THB) dari Pemerintah Provinsi Kaltim.
"Kami sudah berkoordinasi dengan KONI Balikpapan untuk pendataan atlet. Kami juga meminta Dispora Kaltim segera menerbitkan Technical Handbook agar jadwal dan kategori pertandingan bisa diketahui jelas. Dari situ, baru kita tentukan nomor mana saja yang berpotensi meraih medali," ulas Ratih.
Porprov Kaltim VIII sendiri dijadwalkan berlangsung pada 14–28 November 2026 di Kabupaten Paser, dengan menandingkan total 64 cabang olahraga. Namun, alih-alih mengirim pasukan penuh, Balikpapan memilih memfokuskan amunisi pada cabor yang paling kompetitif.
Ratih menjelaskan, besaran nilai anggaran kontingen baru bisa difinalisasi setelah jumlah pasti atlet dan ofisial rampung diverifikasi. Biaya operasional mulai dari transportasi, penginapan, konsumsi, hingga uang saku atlet akan dihitung hingga rupiah terkecil.
"Setelah data atlet sudah final, baru kita usulkan anggarannya. Semua dihitung secara rinci," tambah dia.
Berdasarkan catatan penyelenggaraan Porprov edisi sebelumnya, kebutuhan dana untuk memberangkatkan kontingen Kota Minyak berada sekira Rp15 miliar hingga Rp16 miliar. Angka yang tidak sedikit, terlebih di tengah situasi pengetatan anggaran daerah. (*)














