GOR PUPUK Kaltim di Kota Bontang kembali menjadi saksi lahirnya mimpi-mimpi besar para pebulu tangkis muda Indonesia. Melalui Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026, ratusan atlet dari berbagai daerah datang membawa ambisi yang sama: menguji kemampuan sekaligus mengejar kesempatan menembus level yang lebih tinggi.
Bagi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), turnamen ini bukan sekadar agenda olahraga tahunan. Kejuaraan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat mata rantai pembinaan atlet sejak usia dini bersama Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Direktur Pengembangan Pupuk Kaltim Mohamad Agung mengatakan, pembinaan atlet membutuhkan kompetisi yang berkualitas dan berlangsung secara konsisten. Karena itu, Pupuk Kaltim menjalin kolaborasi dengan PBSI untuk menyelenggarakan Sirnas C selama dua tahun.
"Kami percaya pengembangan kapasitas generasi muda adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Karena itu, Sirnas C tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi atlet muda untuk berkembang melalui persaingan yang sehat, kompetitif, dan profesional," ujar Agung, Rabu (22/7/2026).
Menurut Agung, tradisi panjang prestasi bulutangkis Indonesia di tingkat dunia tidak akan bertahan tanpa sistem pembinaan yang kuat. Salah satu fondasinya adalah tersedianya kompetisi berjenjang yang mampu mengasah kemampuan atlet sejak usia dini.
Ia menegaskan, Sirnas bukan hanya soal memperebutkan gelar juara atau mengumpulkan poin peringkat nasional. Lebih dari itu, turnamen menjadi tempat atlet membangun mental bertanding, meningkatkan kualitas permainan, serta menanamkan nilai sportivitas dan disiplin yang akan menjadi bekal sepanjang karier mereka.
Pupuk Kaltim berharap dari ajang tersebut lahir lebih banyak atlet potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.
673 Atlet dari 15 Provinsi Ramaikan Bontang
Ketua Pelaksana Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 Azwar Janur menjelaskan, kejuaraan berlangsung di GOR Pupuk Kaltim, Bontang, pada 13 hingga 18 Juli 2026.
Sebanyak 673 atlet dari 89 klub yang berasal dari 15 provinsi ambil bagian dalam turnamen tersebut. Mereka bertanding pada berbagai kelompok umur, mulai kategori usia dini, anak-anak, pemula, remaja, hingga taruna.
Besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya antusiasme klub-klub bulutangkis di berbagai daerah terhadap kompetisi nasional yang digelar secara berkelanjutan.
Kaltim Semakin Diperhitungkan sebagai Tuan Rumah Sirnas
Sekretaris Umum Pengprov PBSI Kalimantan Timur, Risa Fahrizal, mengapresiasi konsistensi Pupuk Kaltim dalam mendukung pembinaan bulutangkis nasional.
Menurutnya, penyelenggaraan Sirnas oleh Pupuk Kaltim menjadi salah satu pemicu berkembangnya seri Sirnas di Kalimantan Timur. Jika sebelumnya jumlah penyelenggaraan masih terbatas, pada 2026 provinsi ini telah memiliki lima seri, terdiri atas empat Sirnas C dan satu Sirnas B.
Risa menilai semakin banyak turnamen nasional digelar di Kalimantan Timur akan memperkuat proses pembinaan atlet daerah sekaligus menggerakkan sektor sport tourism. Kehadiran atlet, pelatih, dan keluarga dari berbagai provinsi ikut memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luar.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris berharap Sirnas C Pupuk Kaltim Open menjadi titik awal lahirnya generasi baru bulutangkis Indonesia.
Menurutnya, para atlet muda yang saat ini bertanding bukan tidak mungkin akan menjadi wakil Indonesia di berbagai kejuaraan dunia pada masa mendatang.
Dengan dukungan kompetisi yang berkelanjutan, kolaborasi antara dunia industri, pemerintah, dan organisasi olahraga diharapkan mampu menjaga tradisi prestasi bulutangkis Indonesia sekaligus membuka jalan bagi lahirnya juara-juara baru dari berbagai daerah. (*)













